Senin, 16 Maret 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home ADV

Isu Air Bersih Masih Jadi Tantangan bagi Kepemimpinan Baru PPU, Begini Penjelasan Bupati

admin by admin
12 Maret 2025
in ADV, Penajam Paser Utara
0
0
SHARES
7
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Indonesiakitanews.com – Penajam. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi kepemimpinan baru Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di bawah Bupati Mudyat Noor dan Wakil Bupati Waris Muin adalah ketersediaan air bersih. Program “PPU Air Bersih”, yang menjadi salah satu janji utama kampanye mereka, bertujuan memberikan akses air bersih gratis bagi seluruh masyarakat. Namun, hingga kini, persoalan ini masih menjadi keluhan utama, terutama di kawasan pesisir seperti Kelurahan Sesumpu, Sungai Parit, dan Kampung Baru, di mana banyak warga masih kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ini memuncak pada hari pertama kepemimpinan Mudyat, Senin 3 Maret lalu, ketika sekelompok warga menggembok keran air di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati yang berada di Kelurahan Sungai Parit. Aksi ini dilakukan karena rumah jabatan tersebut memiliki saluran air yang melewati pemukiman warga, sementara mereka sendiri masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Menanggapi hal ini, Bupati Mudyat Noor mengakui bahwa situasi tersebut cukup kompleks. Ia menegaskan bahwa rumah jabatan merupakan aset negara yang harus segera difungsikan, terutama mengingat anggaran besar yang telah dialokasikan untuk pembangunannya.

“Rumah jabatan ini kan sudah dibangun dengan anggaran besar, jadi harus segera ditempati. Masa bupati menempati rumah jabatan tanpa air, itu pun airnya masih keruh,” ujarnya kepada awak media pada 4 Maret lalu.

Mudyat menyayangkan aksi penggembokan tersebut, meskipun ia memahami keresahan masyarakat yang telah lama menghadapi persoalan air bersih. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera mencari solusi melalui koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, khususnya Dinas PUPR dan Perumdam Danum Taka.

“Permasalahan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Perumdam, tetapi juga Dinas PUPR. Kami masih akan meninjau bagaimana skema penyelesaiannya,” tambahnya.

Terkait adanya informasi bahwa warga yang melakukan penggembokan akan dilaporkan secara hukum, Mudyat menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti langkah tersebut. Ia menekankan bahwa pendekatan hukum sebaiknya tidak diambil dalam situasi ini.

“Tim hukum memang sempat berencana mengambil tindakan, tapi saya sudah mengarahkan agar hal tersebut tidak perlu dilakukan,” tutupnya.

Dengan permasalahan ini, kepemimpinan baru PPU dihadapkan pada tantangan besar untuk segera merealisasikan janji kampanye mereka dalam menyediakan akses air bersih bagi seluruh masyarakat.(ADV/Diskominfo PPU/HAI)

Previous Post

Khidmatnya Peringatan HUT 23 PPU Meskipun Dalam Ruangan

Next Post

Kondisi Jalan di PPU Memprihatinkan dan Anggaran Terbatas, PUPR Andalkan Swakelola untuk Perbaikan

admin

admin

Related Posts

Jamaluddin Klarifikasi Isu Pengerukan Pasir Pantai: Tidak Terkait Proyek Jalan, Murni untuk Keamanan Masyarakat
Penajam Paser Utara

Jamaluddin Klarifikasi Isu Pengerukan Pasir Pantai: Tidak Terkait Proyek Jalan, Murni untuk Keamanan Masyarakat

11 Desember 2025
Penajam Paser Utara

APBD PPU 2026 Disahkan Senilai Rp1,48 Triliun, Bupati Mudyat Noor Tekankan Kesejahteraan Masyarakat

2 Desember 2025
Sidang Gugatan Lingkungan Hidup LSM Guntur dan Lembaga Adat Mentawir Kembali Digelar, Ahli Soroti “Ketiadaan” AMDAL PT PPCI
Penajam Paser Utara

Sidang Lingkungan Hidup LSM Guntur dan Lembaga Adat Mentawir vs PT PPCI Kembali Tertunda, Penggugat Pertanyakan Ketidakjelasan Tergugat

19 November 2025
Penajam Paser Utara

Mulai Dari Penundaan Lelang Sejumlah Proyek, Hingga TNI Bekingi Urusan Proyek, Ada Apa Dengan Penajam Paser Utara ?

3 Juli 2025
LSM Guntur Minta DLH PPU dan Otorita IKN Jangan Tutup Mata, Bukti Kebiadaban Penambang Terpampang di Depan Mata
Penajam Paser Utara

LSM Guntur Tanggapi Jawaban Tertulis Dari Perumda Benuo Taka Yang Menolak Memberikan Informasi Kepada Publik

28 Mei 2025
ADV

Songsong Era Baru PPU, Ketua DPRD : Kita harus siapkan diri dengan baik

12 Maret 2025
Next Post

Kondisi Jalan di PPU Memprihatinkan dan Anggaran Terbatas, PUPR Andalkan Swakelola untuk Perbaikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Jelang Setahun Kepemimpinan, Mutasi OPD PPU Tak Kunjung Jalan, Publik Pertanyakan Ketegasan Bupati Mudyat Noor

Bupati PPU Lakukan Mutasi Eselon II, 31 Kepala Dinas dan Badan Bergeser

13 Maret 2026
Paripurna Tanpa Bupati: APBD PPU 2026 Diduga Disahkan Secara Gelondongan, Ada Apa di Balik Layar?

Ujian Kepemimpinan Bupati PPU: Mutasi Pejabat Eselon II Disebut Segera Digelar, Publik Tuntut Meritokrasi

12 Maret 2026
Otorita IKN Dianggap Tidak Responsip Terhadap Masalah Pertanahan, Warga Bersurat Tak Dihiraukan, Ada Apa ?

Masyarakat Sekitar IKN Minta Kejelasan Akses Lahan, Audiensi dengan OIKN Belum Mendapat Tanggapan

10 Maret 2026
Mutasi 148 Pejabat di PPU Akhirnya Terlaksana, Tuai Sorotan dari Sejumlah Kalangan

Kasus Pengeroyokan Pemuda Dayak di IKN Diselesaikan Lewat Sidang Adat, Kepala Adat Besar Paser Tegaskan Pelanggaran Ganda

4 Maret 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In