Indonesiakitanews.com – Samarinda. Kegiatan reses anggota DPRD Kota Samarinda, H. Viktor Yuan, pada Sabtu malam (17/5/2025) di Kopi Bima, Temindung Permai, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Dalam agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2025, warga dari Dapil Samarinda Utara dan Sungai Pinang memanfaatkan kesempatan ini untuk menyuarakan langsung kebutuhan dan keluhan mereka.
Salah satunya datang dari Ketua RT 01 Kelurahan Temindung Permai, Misro Gunawan, yang menyampaikan banyaknya persoalan klasik di wilayahnya, seperti drainase yang tak kunjung diperbaiki, fasilitas masjid, hingga kondisi gorong-gorong sekolah yang terabaikan.
“Bahkan Lurah yang sebelumnya pun sudah pernah diajukan dan tidak ada aksi apa-apa, termasuk masjid, termasuk drainase sekolah, gorong-gorong, itu sebetulnya PR-PR lama yang kita mau angkat kembali, mudah-mudahan bisa dibantu dan dikawal kembali oleh Pak Victor Yuan untuk diajukan ke atas, itu juga Pak Darmawan yang RT 02 sudah mengatakan tadi berkali-kali pengajuan dan hanya peninjauan-peninjauan belum ada realisasi, ” ujar Misro, yang baru menjabat sebagai RT sejak Maret lalu.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat kesulitan menyampaikan aspirasi karena terbatasnya akses ke dinas terkait atau mekanisme program seperti Musrenbang dan Probebaya yang dinilai tidak menjawab kebutuhan dasar.
“Kami sendiri sebetulnya bingung mau kemana, bilang ke Musrembang, ternyata gagal, bilang Probebaya, dananya nggak cukup. Jadi yang jadi titik atau serangan daripada warga sendiri kan pasti pada RT, ini gimana Pak RT ada dana Probebaya, mereka tidak tahu uang itu tidak dipegang RT. Sedangkan alokasi dana Probebaya juga banyak ya, bukan cuma itu aja, dari pemberdayaan perempuan, pemberdayaan lingkungan, sarana-prasarananya, sehingga dana ini tidak bisa maksimal kita gunakan dan kalau harus digunakan lagi untuk pembangunan, saya rasa tidak tepat, ” tambahnya.
H. Viktor Yuan yang hadir langsung malam itu, menyimak setiap masukan warga dengan seksama. Politisi Demokrat tersebut memang dikenal aktif turun langsung ke dapil, bahkan di luar masa reses. Ia juga dikenal responsif dalam memperjuangkan usulan warga ke pihak eksekutif.
Misro menyebut, komunikasi seperti ini perlu dibangun secara rutin, tidak hanya menunggu masa reses. Ia berharap Viktor Yuan dan para anggota dewan lainnya bisa menjadikan pertemuan informal seperti ngopi bareng warga sebagai tradisi baru dalam menjaring aspirasi.
“Ya, harapan kami tentunya hal ini bukan terjadi saat masa reses saja, anggota dewan juga harus rajin-rajin turun ke lingkungan masyarakat, mungkin semacam ngopi bareng untuk menangkap apa aspirasi-aspirasi warga. jadi hal seperti ini saya harapkan bisa terjadi secara berkesinambungan tidak hanya menunggu masa reses, karena mereka pun juga akan menunggu apa nih masukan-masukan dari warga, dan kami pun juga menunggu kemana kami akan menyampaikan aspirasi kami, ” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, H. Viktor Yuan menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat. Ia menekankan bahwa pertemuan semacam ini bukan hanya seremonial, melainkan momentum penting untuk menyusun prioritas pembangunan berdasarkan suara warga.
“Apa yang disampaikan malam ini akan saya catat dan tindak lanjuti secara bertahap. Saya paham betul banyak PR yang belum tuntas, tapi dengan komunikasi yang terbuka seperti ini, kita bisa arahkan program secara lebih tepat, ” ungkap Viktor, yang juga merupakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Samarinda.
Ia juga menyambut baik ide-ide inovatif warga, seperti pengembangan hidroponik dan pemberdayaan UMKM, seraya berharap sinergi antara warga, RT, dan wakil rakyat bisa terus terjalin tidak hanya saat masa reses.
“Saya setuju, komunikasi tidak harus menunggu forum resmi. Kalau perlu, kita adakan ngopi bareng rutin untuk diskusi santai tapi bermakna, ” pungkasnya. (red/Mar)







