Rabu, 14 Januari 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home Parlementaria

Wakil Ketua DPRD PPU, Syahruddin M Noor Tanggapi Masalah Pemangkasan Anggaran Hingga Masalah THL

Syharuddin : "PPU Harus diperlakukan berbeda dengan daerah lainnya."

admin by admin
18 Juli 2025
in Parlementaria
0
0
SHARES
81
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Indonesiakitanews.com – Penajam. Pemangkasan anggaran kementerian, lembaga dan daerah oleh pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres), nampaknya mengundang respon dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dalam kesempatan wawancara via telephone (WA) dengan media ini Politisi Partai Demokrat itu memberikan tanggapan terhadap kebijakan efisiensi anggaran tersebut.

Menurutnya sejauh ini belum ada pembahasan resmi ditingkat dewan terkait pemangkasan anggaran dimaksud. Namun demikian ia mengetahui perihal adanya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

“Ditingkat dewan memang belum ada pembahasan resmi ya, tapi karena itu sudah jadi Inpres, ya kita menunggu petunjuk teknisnya nanti seperti apa, dan karena sudah jadi Inpres ya pastinya akan dilakukan pemangkasan dan jika itu terjadi otomatis akan sangat berdampak terhadap program yang disusun, akan ada eliminasi program pastinya nanti, tentu beberapa program harus ditunda sesuai kemampuan anggaran.” Ungkapnya.

Politisi yang sempat menjabat posisi ketua DPRD PPU pada periode lalu tersebut menyatakan, PPU harusnya menjadi pengecualian terkait pemangkasan anggaran itu.

“Di PPU ini kan ada PSN yaitu IKN, harusnya ini jadi pengecualian. Artinya, kalau ada pemangkasan tapi angkanya jangan disamakan dengan yang lain. Kalau soal efisensi ya kita setuju efisiensi dan kalau kita liat isi Inpres itu kan pemangkasan dilakukan untuk anggaran yang sifatnya seremonial seperti, perayaan-perayaan, kemudian perjalanan dinas, workshop dan seminar. Artinya itu tidak mengganggu program pembangunan infrastruktur yang sudah dicanangkan.” Terangnya. rumah dijual kota baru parahyangan

Disinggung mengenai adanya potensi pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) ia menanggapi, “Kalau DAK juga dipangkas ya repot juga ya, karena saat ini kita sedang membangun jalan dan jembatan termasuk kantor-kantor SKPD. Kalau DAK itu kan belanja modal, dari situ juga akan memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi, karena pertama, dengan program pembangunan jalan dan jembatan serta kantor-kantor SKPD maka akan ada serapan tenaga kerja, kemudian dengan terbangunnya infrastruktur maka mobilitas masyarakat semakin tinggi, aktivitas jual beli masyarakat juga meningkat, pertumbuhan ekonomi bisa diharapkan, tapi kalau semua terhenti atau katakanlah sampai 50% terhenti akibat pemangkasan anggaran ya sebaliknya, pertumbuhan ekonomi melambat dan pastinya sektor UMKM akan sangat terdampak.” Bebernya.

Syahrudin menegaskan, dalam mensikapi permasalahan anggaran pihaknya di DPRD PPU akan berkolaborasi dengan Pemkab PPU dan melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan agar PPU tidak mengalami pemangkasan yang terlalu besar dan berampak negatif bagi daerah.

“Tidak ada jalan lain kecuali DPRD dan Pemkab secara bersama-sama melakukan komunikasi ke Kementerian Keuangan dalam rangka membicara perihal pemangkasan anggaran ini. Terutama kita akan minta agar DAK tidak di pangkas, karena jika dipangkas dampaknya akan sangat besar terhadap daerah.” Ucapnya.

 

Tanggapan Masalah THL

Terkait dengan dirumahkannya 240 THL, Syahruddin menjelaskan, bahwa memang tidak dapat dipungkiri sesuai ketentuan Undang-Undang dan kebijakan pusat sudah tidak ada lagi yang namanya Honorer yang ada hanya PPPK paru dan penuh waktu. Namun ia menyayangkan kebijakan yang merumahkan THL itu.

“Kita sudah tahu ada aturan terkait dengan itu, artinya honorer tidak ada lagi yang ada PPPK dan ASN saja, tetapi kan perlu dilihat juga, diantara yang dirumahkan itu banyak juga honorer yang sudah puluhan tahun mengabdikan dirinya membantu daerah. Ini harus dicarikan solusinya.” Katanya.

Ia menjelaskan, banyak kepala sekolah yang datang kepadanya dan mengadukan perihal kekurangan guru karena para guru honorer dirumahkan.

“Para kepala sekolah mengadu kepada saya, mereka mengeluh karena kekurangan guru, artinya ketika guru honorer dirumahkan, maka yang mengalami dampaknya adalah pihak sekolah dalam hal ini peserta didik, bayangkan jika satu mata pelajaran tidak ada gurunya, siapa yang mengajar, dan kalau tidak ada yang mengajar bagaimana nasib anak sekolah kita. Jadi memang ini harus ada solusi, tidak bisa seklaigus semua langsung dirumahkan terutama tenaga pendidik dan honorer yang sudah bekerja diatas dua tahun,.”

Ia menambahkan, “Kedepan memang harus diupayakan untuk penambahan formasi PPPK tentunya dengan tetap melihat kemampuan anggaran daerah, tapi ya harus ada solusi, tidak bisa dibiarkan begitu saja, makanya kita mendorong pemkab agar nanti bisa intens berkomunikasi dengan pusat terkait penuntasan masalah THL.” Pungkasnya. rental mobil di balikpapan

Previous Post

Pusat Pangkas Anggaran Daerah, Ini Dampak Negatif Yang Dialami Daerah

Next Post

Anggaran Dipangkas, Pemkab Diminta Fokus Pada Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM

admin

admin

Related Posts

RUU Perampasan Aset Menunggu Finalisasi KUHAP, DPR Pastikan Sinkronisasi Regulasi
Parlementaria

RUU Perampasan Aset Menunggu Finalisasi KUHAP, DPR Pastikan Sinkronisasi Regulasi

25 September 2025
Samarinda Didorong Jadi Pusat Gudang Logistik Bencana se-Kalimantan, Peluang Capai 90 Persen
Parlementaria

Samarinda Didorong Jadi Pusat Gudang Logistik Bencana se-Kalimantan, Peluang Capai 90 Persen

12 Juni 2025
Parlementaria

ISWANDI GAGAS STRATEGI KOLEKTIF ATASI BANJIR DAN KETERBATASAN LAHAN PEMAKAMAN DI SAMARINDA ULU

27 Mei 2025
Parlementaria

Arif Kurniawan Reses di Loa Bakung: Dengarkan Aspirasi Warga hingga Larut Malam, Komitmen Kawal tanpa Batas

22 Mei 2025
Parlementaria

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan Dorong Pembangunan yang Berkeadilan Ekologis

21 Mei 2025
Parlementaria

DPRD Kota Samarinda Gelar Rapat Internal Paripurna

21 Mei 2025
Next Post

Anggaran Dipangkas, Pemkab Diminta Fokus Pada Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

13 Januari 2026
Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

13 Januari 2026
Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

12 Januari 2026
Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

10 Januari 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In