Indonesiakitanews.com – Penajam. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berencana merevitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung (RSUD RAPB) menjadi gedung 4 lantai tahun ini. Namun, kepastian pelaksanaan proyek ini masih terganjal efisiensi anggaran akibat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang penghematan belanja APBN dan APBD.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyebut bahwa pihaknya masih melakukan penyusunan ulang program pembangunan, termasuk skema pendanaan proyek ini yang diperkirakan mencapai Rp400 miliar melalui sistem multi years contract. “Rasionalisasinya belum selesai, kita tunggu dulu,” ujarnya.
Sekretaris DPUPR PPU, Ali Musthofa, menegaskan bahwa proyek ini tidak mungkin selesai dalam satu tahun anggaran, sehingga mekanisme multi years sudah dipersiapkan.
Direktur RSUD RAPB, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, menjelaskan bahwa bangunan rumah sakit saat ini sudah tidak ideal karena terlalu padat dan tidak memenuhi standar pelayanan medis. “Ruang rawat jalan masih bergabung dengan ruang tunggu pengambilan obat, ini tidak sesuai standar,” ungkapnya.
Revitalisasi rumah sakit ini akan dibangun di lahan seluas 15,2 hektare, menggantikan bangunan lama yang hanya 2,7 hektare. Konsep yang diterapkan adalah “healing garden”, yaitu desain dengan ruang terbuka hijau untuk memberikan kenyamanan bagi pasien dan tenaga medis.
Rencana Struktur Gedung Baru:
- Lantai 1: IGD, radiologi, poli anak, area infeksius, kasir, dan lobi.
- Lantai 2: Poli obsgyn, perinatologi, irna anak, rehabilitasi medis, dan laboratorium.
- Lantai 3: ICU, bedah sentral, ICCU, HCU, PICU, dan stroke center.
- Lantai 4: Administrasi, farmasi, ruang pertemuan, dan IRNA.
Mudyat Noor berharap meskipun ada efisiensi anggaran, proyek ini tetap bisa terlaksana. “Pasti berpengaruh terhadap visi-misi kami, tapi mudah-mudahan bisa dimaksimalkan,” pungkasnya.(ADV/Diskominfo PPU)








