Rabu, 14 Januari 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home Nasional

Tax Amnesty: Likuiditas Fiskal Sekejap, Risiko Kepatuhan dan Penerimaan Pajak yang Malah Mandek

admin by admin
23 September 2025
in Nasional
0
Tax Amnesty: Likuiditas Fiskal Sekejap, Risiko Kepatuhan dan Penerimaan Pajak yang Malah Mandek
0
SHARES
19
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Indonesiakitanews.com – Jakarta – Kebijakan tax amnesty kembali menjadi sorotan publik ketika fakta-fakta menunjukkan program ini bukan hanya gagal memenuhi target strategis, tetapi juga menimbulkan risiko jangka panjang terhadap kepatuhan pajak. Para pakar mengingatkan, meskipun memberikan suntikan dana segar, amnesti pajak rawan menciptakan moral hazard. Wajib pajak yang selama ini enggan melaporkan harta berpotensi menunda kepatuhan karena mengharapkan adanya “pengampunan” berikutnya. Jika pola ini berulang, kepercayaan publik terhadap konsistensi dan keadilan sistem perpajakan bisa terkikis.

Pengalaman tax amnesty pertama pada 2016–2017 menjadi catatan penting. Saat itu pemerintah menargetkan repatriasi aset luar negeri sebesar Rp1.000 triliun, namun realisasinya hanya sekitar Rp147 triliun. Meski dari sisi deklarasi aset hasilnya cukup besar, jurang antara target dan realisasi menunjukkan daya tarik Indonesia untuk memulangkan dana dari luar negeri belum optimal.

Di sisi lain, penerimaan perpajakan dalam satu dekade terakhir menunjukkan tren stagnan. Tax ratio Indonesia konsisten berada di kisaran 9–10 persen per tahun, jauh di bawah negara-negara setara. Bahkan, di tengah pertumbuhan ekonomi, penerimaan pajak justru mengalami kontraksi pada beberapa periode. Nilai tax buoyancy juga melemah; setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen hanya diikuti kenaikan pajak 0,71 persen, jauh dari angka ideal 1.

Kondisi ini menguatkan pandangan bahwa amnesti pajak lebih berfungsi sebagai instrumen likuiditas fiskal jangka pendek daripada pendorong kepatuhan yang berkelanjutan. Pemerintah memang memperoleh dana tebusan dan deklarasi aset dalam jumlah besar, tetapi efeknya tidak menyentuh akar masalah: lemahnya kepatuhan, luasnya basis pajak informal, serta ketidakpastian hukum yang membuat wajib pajak enggan transparan. Akibatnya, struktur penerimaan pajak tetap rapuh dan mudah terguncang oleh kebutuhan fiskal jangka pendek.

Melihat tren tersebut, banyak pihak menilai perlunya kebijakan perpajakan yang menitikberatkan pada reformasi struktural, bukan sekadar pengampunan. Transparansi, pengawasan, serta kepastian hukum bagi wajib pajak dinilai lebih mampu membangun kepatuhan jangka panjang. Tanpa itu, tax amnesty hanya akan menjadi solusi sesaat yang memperbaiki kas negara sementara, tetapi meninggalkan beban ketidakpastian dan ketidakadilan bagi masa depan fiskal Indonesia.(red.hai).

Previous Post

“Tax Amnesty Lagi ? Siapa yang Untung, Siapa yang Dirugikan ?”

Next Post

Tumpang Tindih Tim Reformasi Polri: Benar Mau Berubah atau Hanya Sandiwara?

admin

admin

Related Posts

KPK Klaim Selamatkan Rp45,6 Triliun Keuangan Daerah Sepanjang 2025, dari Aset hingga Pajak
Nasional

KPK Klaim Selamatkan Rp45,6 Triliun Keuangan Daerah Sepanjang 2025, dari Aset hingga Pajak

31 Desember 2025
Menjelang DWP 2025, Polri Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp60 Miliar di Bali
Nasional

Menjelang DWP 2025, Polri Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp60 Miliar di Bali

31 Desember 2025
Peraturan Kapolri Melawan Konstitusi: Putusan MK Diakali, Dwifungsi Polri Bangkit Kembali
Nasional

Peraturan Kapolri Melawan Konstitusi: Putusan MK Diakali, Dwifungsi Polri Bangkit Kembali

15 Desember 2025
Pemangkasan Dana Daerah Dinilai Langgar UU, Kepala Daerah Protes Keputusan Pemerintah Pusat
Nasional

Pemangkasan Dana Daerah Dinilai Langgar UU, Kepala Daerah Protes Keputusan Pemerintah Pusat

10 Oktober 2025
Istana dan CNN Indonesia Cari Solusi atas Pencabutan Kartu Pers Reporter
Nasional

Istana dan CNN Indonesia Cari Solusi atas Pencabutan Kartu Pers Reporter

29 September 2025
Tumpang Tindih Tim Reformasi Polri: Benar Mau Berubah atau Hanya Sandiwara?
Nasional

Tumpang Tindih Tim Reformasi Polri: Benar Mau Berubah atau Hanya Sandiwara?

23 September 2025
Next Post
Tumpang Tindih Tim Reformasi Polri: Benar Mau Berubah atau Hanya Sandiwara?

Tumpang Tindih Tim Reformasi Polri: Benar Mau Berubah atau Hanya Sandiwara?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

13 Januari 2026
Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

13 Januari 2026
Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

12 Januari 2026
Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

10 Januari 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In