Indonesiakitanews.com – Penajam. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara PPU), Tohar, mengapresiasi pelaksanaan Pilkada PPU 2024 yang telah berlangsung dengan baik.
Hal ini disampaikan saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) evaluasi pelaksanaan Pilkada PPU 2024 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU, di Hotel Ika, Petung, PPU, akhir februari lalu.
“Saya mengapresiasi inisiatif KPU yang membuka forum evaluasi ini. Seperti kita pahami bersama, Pilkada PPU telah resmi berakhir dengan dilantiknya bupati dan wakil bupati pada 20 Februari lalu,” ujar Tohar.
Dalam evaluasi tersebut, Tohar menyoroti pentingnya peran pemerintah sebagai fasilitator, baik dalam penganggaran maupun penggerakan sumber daya aparatur yang bertugas dalam penyelenggaraan pemilu. Ia juga menyinggung peristiwa pemungutan suara ulang di TPS 4 dan 15 Babulu Darat akibat kesalahan prosedur.
“Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah petugas di lapangan benar-benar memahami aturan mainnya. Jika tidak, maka sosialisasi regulasi perlu lebih diperkuat ke depan,” tambahnya.
Salah satu perhatian utama dalam evaluasi ini adalah tingkat partisipasi pemilih. Dari total 137.495 pemilih terdaftar, tingkat kehadiran hanya mencapai 79,96 persen. Artinya, masih ada sekitar 20,04 persen warga yang tidak menggunakan hak pilihnya.
“Ada berbagai faktor penyebab, seperti keterbatasan mobilisasi pemilih, keberadaan mereka di luar daerah, hingga persepsi pribadi terhadap kedaulatan politik. Ini menjadi PR kita bersama untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi politik,” jelasnya.
Tohar juga menyoroti isu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pemilu. Meski telah dilakukan berbagai upaya sosialisasi dan koordinasi dengan KPU serta Bawaslu, tetap ditemukan pelanggaran netralitas ASN dalam Pilkada 2024.
“Kita sudah berusaha maksimal dengan memberikan pemahaman melalui berbagai forum, termasuk menghadirkan narasumber dari BKN. Namun, faktanya masih ada yang melanggar. Saya berkesimpulan, mereka yang melanggar memang nekat,” tegasnya.
Tohar menekankan bahwa secara umum pelaksanaan Pilkada 2024 lebih baik dibandingkan 2019. Meski masih ada beberapa catatan kecil, ia optimistis bahwa penyelenggaraan pemilu di masa depan dapat lebih sempurna dengan perbaikan yang berkelanjutan. jasa pembuatan website toko online harga sewa mobil bulanan bekasi
“Alhamdulillah, tidak banyak catatan negatif. Ke depan, kita harus terus memperbaiki kekurangan yang ada agar Pilkada berikutnya lebih baik lagi,” pungkasnya. (ADV/Diskominfo.PPU/HAI).






