Rabu, 14 Januari 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home Sosial

Sangat Inspiratif..!! Camat Babulu Lakukan Kegiatan Gerakan Infaq Beras dan Jumat Berkah Dengan Makan Gratis

admin by admin
19 Mei 2025
in Sosial
0
Sangat Inspiratif..!! Camat Babulu Lakukan Kegiatan Gerakan Infaq Beras dan Jumat Berkah Dengan Makan Gratis

Camat Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU, Kansip, S.STp., M.Si.

0
SHARES
212
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Indonesiakitanews.com – Penajam. Problem kesejahteraan masyarakat memang masih menjadi isu utama yang menghiasi pembahasan di ruang-ruang diskusi, baik di level eksekutif, legislatif maupun pada level aktivis yang menuntut kinerja pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Berbagai program pun dirumuskan dan dieksekusi oleh pemerintah mulai dari program PKH (Program Keluarga Harapan), Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Sembako Non Tunai (BSNT) dan berbagai program subsidi lainnya. Akan tetapi nampaknya problem kesejahteraan sosial belum juga bisa teratasi.

Institusi pendidikan keagamaan seperti Pondok Pesantren pun ikut mengalami problem sosial berupa kekurangan sembako untuk memberi makan para santri selaku peserta didik, demikian pula panti asuhan. Selama ini mereka (Ponpes dan panti asuhan) sangat bergantung pada bantuan anggaran dari pemerintah, namun kenyataannya bantuan pemerintah juga sangat terbatas sehingga Pondok Pesantren (Ponpes) dan Panti Asuhan pada akhirnya masih harus pontang panting mencari anggaran guna memenuhi kebutuhan mereka.

Ditengah kegamangan dan kesulitan atas pemenuhan kebutuhan sembako yang harganya terus naik, muncul sosok “relawan umat” yang dengan sukarela melakukan kegiatan untuk mengumpulkan beras dan memberikan makan gratis kepada warga melalui program yang mereka sebut “Gerakan Infaq Beras” dan “Rumah Makan Gratis Munzalan”.

Ya, dia adalah sosok bernama Kansip, S.STp., M.Si yang saat ini sedang mengemban amanah sebagai Camat Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

 

Bersama rekan-rekannya, ia melaksanakan kegiatan Gerakan Infaq Beras sejak tahun 2019 lalu. Dalam Gerakan Infaq Beras itu ia dipercaya menjadi ketuanya.

Dalam kesempatan wawancara dengan media ini (Via telepon Whatsaap) ia menjelaskan, bahwa Gerakan Infaq Beras di Babulu adalah merupakan Cabang dari Gerakan Infaq Beras yang berpusat di Kalimantan Barat.

“Gerakan Infaq Beras ini bukan hanya saya, banyak yang terlibat, camat-camat lain pun terlibat, saya diamanahkan menjadi ketua Gerakan Infaq Beras di Penajam Paser Utara. Hasil dari infaq itu kami salurkan kepada 28 Pondok Pesantren dan 2 Panti Asuhan,” Ujarnya pada, Minggu, 18 Mei 2025.

Ia juga menjelaskan, selama ini, Pondok Pesantren dan Panti Asuhan dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok seperti Beras dan sembako lainnya bergantung kepada pemerintah.

“Kami hanya berupaya melakukan yang bisa kami lakukan, setidaknya Gerakan Infaq Beras ini bisa sedikit membantu meringankan pemerintah terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok bagi Pesantren dan Panti Asuhan,” jelas pria yang akrab disapa Kansip itu.

Menurut penuturan Kansip, kebutuhan beras bagi santri dan anak-anak panti sekurang-kurangnya 7 kilogram perbulan per orang, sehingga jumlah beras yang dibutuhkan pada setiap bulannya mencapai 10 ton per bulan.

“Sejauh ini, kami bisa mengumpulkan sebanyak 3,5 – 5 ton perbulan, namun jumlah ini baru separoh dari kebutuhan ideal bagi tiap-tiap santri dan anak-anak panti, namun kami terus berupaya agar bisa mencukupi kebutuhan mereka yang kami perkirakan butuh 9-10 ton perbulan,” tuturnya.

Ditanyakan terkait bagaimana pola gerakan yang dilakukan, Kansip menjelaskan, pihaknya menggalang Donasi dari para donatur dengan memperkenalkan program infaq beras kepada masyarakat luas.

“Kita bersyukur banyak yang memiliki kepedulian, jadi pada prinsipnya, para donatur itu otomatis adalah “orang tua asuh” dan program infaq beras ini sebenarnya sederhana jika memang ingin berpartisipasi, yaitu dengan program seribu sehari atau dua puluh lima ribu perbulan sehingga tidak memberatkan bagi para donatur, namun demikian banyak juga “Hamba Allah” orang-orang baik yang memberikan dalam jumlah yang lumayan besar, sehingga program ini dapat berjalan sejak tahun 2019 sampai sekarang, kurang lebih 6 tahun sejak terbentuknya cabang di PPU,” ungkapnya.

Jumat Berkah Dengan Makan Gratis di Rumah Makan Munzalan Babulu

Kansip, tidak hanya menjadi ketua Gerakan Infaq Beras Cabang Babulu, sebagai seorang Camat, ia menghimpun segenap jajaran yang ada dibawahnya untuk mendirikan Rumah Makan Munzalan yang bertujuan untuk memberikan makan siang gratis kepada masyarakat terutama para pekerja yang mungkin belum atau tidak sempat pulang kerumah mereka untuk makan siang.

“Kami membentuk organisasi kecil yang kami sebut “Paskas” yaitu, Komunitas Pasukan Amal Saleh”, program ini secara efektif sudah berjalan selama 19 pekan, kami mulai sejak 6 Desember 2024 lalu, kegiatannya kami pusatkan di Kantor Kecamatan Babulu, saat ini memang masih terbatas dari jumlah porsi makanan, baru mencapai ratusan porsi,” ujarnya menerangkan.

Terkait dengan donatur kegiatan rumah makan Munzalan Babulu, Kansip mengaku mendapatkan bantuan donasi dari seluruh staf kantor kecamatan, Desa dan terutama dari alumni SMA I Waru angkatan 2005 dan bantuan masyarakat.

“Donatur utama dari rumah makan gratis Munzalan ini memang dari kami sendiri di kantor Kecamatan Babulu, anggota Paskas, Alumni SMA I Waru angkatan 2005 dan tentunya dari orang-orang baik yang ada di Babulu,” terangnya.

“Jadi dalam proses pelaksanaan makan gratis setiap Jumat di Babulu kami lakukan dengan beberapa cara, kalau waktunya cukup untuk memasak maka tim kami yang akan memasak, kalau waktunya tidak cukup, biasanya kami langsung meminta warung makan, warung bakso untuk menyediakan makanan sesuai porsi yang dipesan. Jadi secara tidak langsung kegiatan makan gratis ini juga bisa membantu menghidupkan perekonomian para pedagang makanan yang masuk dalam kategori usaha mikro,” ujarnya menambahkan.

Kansip, S.STp, M.Si, selaku Camat dan pribadi berupaya menginisiasi kegiatan sosial makan gratis dengan prinsip amal saleh.

“Apa yang bisa saya lakukan, apa juga yang harus saya banggakan, jabatan saya toh pada akhirnya nanti akan berakhir juga, setidaknya dengan amanah sebagai camat, saya bisa melakukan sesuatu yang bernilai ibadah, saya bisa mengajak orang melakukan kebaikan, bahwa ada yang belum tergugah hatinya, itu hak Allah untuk memberikan hidayah, bagi saya yang terpenting ada kebermanfaatan yang bisa diberikan kepada masyarakat, saya sebagai seorang muslim sekaligus sebagai Camat yang dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten, inilah sedikit bhakti yang bisa saya berikan kepada daerah kita ini,” ujarnya.

Melihat antusias yang tinggi dari masyarakat untuk berbuat kebaikan bagi sesama, Kansip memandang bahwa jika ada persatuan dan kesadaran untuk saling membantu, maka segala yang sulit akan menjadi mudah.

Kansip mengatakan, program rumah makan gratis Munzalan pernah mengalami hambatan karena dana yang tersedia hanya tersisa 70 ribuan saja, namun pada akhirnya kegiatan tetap bisa berjalan karena sumbangan dari masyarakat Babulu yang sangat antusias berbuat kebaikan.

Kansip mengatakan, dirinya berharap agar kegiatan Rumah Makan Gratis Munzalan nantinya bisa menjadi program Kabupaten dan menjadi “kampanye” amal saleh dilingkungan Kabupaten PPU.

“Kegiatan yang kami lakukan ini sebenarnya menjadi bukti, bahwa masyarakat bisa melakukan sesuatu untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dengan menggugah kesadaran orang-orang yang mampu untuk terbuka dan membantu sesama, demikian juga perusahaan yang beroperasi diwilayah PPU mungkin bisa di gugah dengan menyisihkan sedikit keuntungan yang mereka dapatkan dari kekayaan alam PPU, artinya, masyarakat tidak selalu harus bergantung kepada pemerintah, walaupun tugas mensejahterakan itu memang tugas pemerintah, tetapi dengan andil dari masyarakat terutama masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi, maka pemerintah bisa lebih cepat mewujudkan kesejahteraan,” katanya.

Kansip mengakhiri sesi wawancara dengan tim redaksi Indonesiakitanews.com dengan menyampaikan pesan yang sangat menyentuh, “SESUATU YANG DINIATKAN KARENA ALLAH, JANGAN BERHENTI KARENA MANUSIA.”

Bayangkan, jika pejabat sekelas Camat saja bisa “menggerakkan” orang-orang untuk bersatu padu melakukan amal kebaikan, bagaimana dengan Pejabat selevel Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas, Bupati, Walikota, Gubernur hingga Presiden. Tidakkah ini bisa menjadi solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, setidaknya dalam jangka pendek, sembari pemerintah merumuskan program peningkatan kesejahteraan dalam jangka panjang.(red.hai).

Previous Post

Reses Penuh Keakraban, H. Viktor Yuan Serap Aspirasi Warga Temindung Permai

Next Post

Komitmen Deni Hakim Anwar, Saat Reses di Samarinda Ilir

admin

admin

Related Posts

Green City IKN dan Hak Konstitusional Pengelolaan Tanah Rakyat: Sebuah Tinjauan Hukum
Sosial

Green City IKN dan Hak Konstitusional Pengelolaan Tanah Rakyat: Sebuah Tinjauan Hukum

8 Januari 2026
Bapas Samarinda–Pemkot Bontang Teken PKS, Perkuat Penerapan Pidana Kerja Sosial dan Pelayanan Masyarakat
Sosial

Bapas Samarinda–Pemkot Bontang Teken PKS, Perkuat Penerapan Pidana Kerja Sosial dan Pelayanan Masyarakat

17 Desember 2025
Kukar–Bapas Samarinda Resmikan Kolaborasi Pemidanaan Humanis Berbasis Kerja Sosial
Sosial

Kukar–Bapas Samarinda Resmikan Kolaborasi Pemidanaan Humanis Berbasis Kerja Sosial

12 Desember 2025
APBD 2026 Siap Diketok: Ujian Besar bagi Bupati Terpilih di Tengah Pemangkasan Anggaran Drastis
Sosial

APBD 2026 Siap Diketok: Ujian Besar bagi Bupati Terpilih di Tengah Pemangkasan Anggaran Drastis

25 November 2025
Bapas Kelas I Samarinda Luncurkan Platform Digital “E-Bimbingan Bapas Smart Monitoring”
Sosial

Bapas Kelas I Samarinda Luncurkan Platform Digital “E-Bimbingan Bapas Smart Monitoring”

6 November 2025
Kereta Cepat dan Ketimpangan Pembangunan Nasional : Membangun Pulau Jawa, Bukan Membangun Indonesia
Sosial

Kereta Cepat dan Ketimpangan Pembangunan Nasional : Membangun Pulau Jawa, Bukan Membangun Indonesia

31 Oktober 2025
Next Post

Komitmen Deni Hakim Anwar, Saat Reses di Samarinda Ilir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

13 Januari 2026
Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

13 Januari 2026
Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

12 Januari 2026
Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

10 Januari 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In