Indonesiakitanews.com – Penajam. Problem kesejahteraan masyarakat memang masih menjadi isu utama yang menghiasi pembahasan di ruang-ruang diskusi, baik di level eksekutif, legislatif maupun pada level aktivis yang menuntut kinerja pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Berbagai program pun dirumuskan dan dieksekusi oleh pemerintah mulai dari program PKH (Program Keluarga Harapan), Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Sembako Non Tunai (BSNT) dan berbagai program subsidi lainnya. Akan tetapi nampaknya problem kesejahteraan sosial belum juga bisa teratasi.
Institusi pendidikan keagamaan seperti Pondok Pesantren pun ikut mengalami problem sosial berupa kekurangan sembako untuk memberi makan para santri selaku peserta didik, demikian pula panti asuhan. Selama ini mereka (Ponpes dan panti asuhan) sangat bergantung pada bantuan anggaran dari pemerintah, namun kenyataannya bantuan pemerintah juga sangat terbatas sehingga Pondok Pesantren (Ponpes) dan Panti Asuhan pada akhirnya masih harus pontang panting mencari anggaran guna memenuhi kebutuhan mereka.
Ditengah kegamangan dan kesulitan atas pemenuhan kebutuhan sembako yang harganya terus naik, muncul sosok “relawan umat” yang dengan sukarela melakukan kegiatan untuk mengumpulkan beras dan memberikan makan gratis kepada warga melalui program yang mereka sebut “Gerakan Infaq Beras” dan “Rumah Makan Gratis Munzalan”.
Ya, dia adalah sosok bernama Kansip, S.STp., M.Si yang saat ini sedang mengemban amanah sebagai Camat Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Bersama rekan-rekannya, ia melaksanakan kegiatan Gerakan Infaq Beras sejak tahun 2019 lalu. Dalam Gerakan Infaq Beras itu ia dipercaya menjadi ketuanya.
Dalam kesempatan wawancara dengan media ini (Via telepon Whatsaap) ia menjelaskan, bahwa Gerakan Infaq Beras di Babulu adalah merupakan Cabang dari Gerakan Infaq Beras yang berpusat di Kalimantan Barat.

“Gerakan Infaq Beras ini bukan hanya saya, banyak yang terlibat, camat-camat lain pun terlibat, saya diamanahkan menjadi ketua Gerakan Infaq Beras di Penajam Paser Utara. Hasil dari infaq itu kami salurkan kepada 28 Pondok Pesantren dan 2 Panti Asuhan,” Ujarnya pada, Minggu, 18 Mei 2025.
Ia juga menjelaskan, selama ini, Pondok Pesantren dan Panti Asuhan dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok seperti Beras dan sembako lainnya bergantung kepada pemerintah.

“Kami hanya berupaya melakukan yang bisa kami lakukan, setidaknya Gerakan Infaq Beras ini bisa sedikit membantu meringankan pemerintah terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok bagi Pesantren dan Panti Asuhan,” jelas pria yang akrab disapa Kansip itu.
Menurut penuturan Kansip, kebutuhan beras bagi santri dan anak-anak panti sekurang-kurangnya 7 kilogram perbulan per orang, sehingga jumlah beras yang dibutuhkan pada setiap bulannya mencapai 10 ton per bulan.

“Sejauh ini, kami bisa mengumpulkan sebanyak 3,5 – 5 ton perbulan, namun jumlah ini baru separoh dari kebutuhan ideal bagi tiap-tiap santri dan anak-anak panti, namun kami terus berupaya agar bisa mencukupi kebutuhan mereka yang kami perkirakan butuh 9-10 ton perbulan,” tuturnya.
Ditanyakan terkait bagaimana pola gerakan yang dilakukan, Kansip menjelaskan, pihaknya menggalang Donasi dari para donatur dengan memperkenalkan program infaq beras kepada masyarakat luas.

“Kita bersyukur banyak yang memiliki kepedulian, jadi pada prinsipnya, para donatur itu otomatis adalah “orang tua asuh” dan program infaq beras ini sebenarnya sederhana jika memang ingin berpartisipasi, yaitu dengan program seribu sehari atau dua puluh lima ribu perbulan sehingga tidak memberatkan bagi para donatur, namun demikian banyak juga “Hamba Allah” orang-orang baik yang memberikan dalam jumlah yang lumayan besar, sehingga program ini dapat berjalan sejak tahun 2019 sampai sekarang, kurang lebih 6 tahun sejak terbentuknya cabang di PPU,” ungkapnya.
Jumat Berkah Dengan Makan Gratis di Rumah Makan Munzalan Babulu
Kansip, tidak hanya menjadi ketua Gerakan Infaq Beras Cabang Babulu, sebagai seorang Camat, ia menghimpun segenap jajaran yang ada dibawahnya untuk mendirikan Rumah Makan Munzalan yang bertujuan untuk memberikan makan siang gratis kepada masyarakat terutama para pekerja yang mungkin belum atau tidak sempat pulang kerumah mereka untuk makan siang.

“Kami membentuk organisasi kecil yang kami sebut “Paskas” yaitu, Komunitas Pasukan Amal Saleh”, program ini secara efektif sudah berjalan selama 19 pekan, kami mulai sejak 6 Desember 2024 lalu, kegiatannya kami pusatkan di Kantor Kecamatan Babulu, saat ini memang masih terbatas dari jumlah porsi makanan, baru mencapai ratusan porsi,” ujarnya menerangkan.
Terkait dengan donatur kegiatan rumah makan Munzalan Babulu, Kansip mengaku mendapatkan bantuan donasi dari seluruh staf kantor kecamatan, Desa dan terutama dari alumni SMA I Waru angkatan 2005 dan bantuan masyarakat.

“Donatur utama dari rumah makan gratis Munzalan ini memang dari kami sendiri di kantor Kecamatan Babulu, anggota Paskas, Alumni SMA I Waru angkatan 2005 dan tentunya dari orang-orang baik yang ada di Babulu,” terangnya.
“Jadi dalam proses pelaksanaan makan gratis setiap Jumat di Babulu kami lakukan dengan beberapa cara, kalau waktunya cukup untuk memasak maka tim kami yang akan memasak, kalau waktunya tidak cukup, biasanya kami langsung meminta warung makan, warung bakso untuk menyediakan makanan sesuai porsi yang dipesan. Jadi secara tidak langsung kegiatan makan gratis ini juga bisa membantu menghidupkan perekonomian para pedagang makanan yang masuk dalam kategori usaha mikro,” ujarnya menambahkan.

Kansip, S.STp, M.Si, selaku Camat dan pribadi berupaya menginisiasi kegiatan sosial makan gratis dengan prinsip amal saleh.
“Apa yang bisa saya lakukan, apa juga yang harus saya banggakan, jabatan saya toh pada akhirnya nanti akan berakhir juga, setidaknya dengan amanah sebagai camat, saya bisa melakukan sesuatu yang bernilai ibadah, saya bisa mengajak orang melakukan kebaikan, bahwa ada yang belum tergugah hatinya, itu hak Allah untuk memberikan hidayah, bagi saya yang terpenting ada kebermanfaatan yang bisa diberikan kepada masyarakat, saya sebagai seorang muslim sekaligus sebagai Camat yang dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten, inilah sedikit bhakti yang bisa saya berikan kepada daerah kita ini,” ujarnya.
Melihat antusias yang tinggi dari masyarakat untuk berbuat kebaikan bagi sesama, Kansip memandang bahwa jika ada persatuan dan kesadaran untuk saling membantu, maka segala yang sulit akan menjadi mudah.

Kansip mengatakan, program rumah makan gratis Munzalan pernah mengalami hambatan karena dana yang tersedia hanya tersisa 70 ribuan saja, namun pada akhirnya kegiatan tetap bisa berjalan karena sumbangan dari masyarakat Babulu yang sangat antusias berbuat kebaikan.
Kansip mengatakan, dirinya berharap agar kegiatan Rumah Makan Gratis Munzalan nantinya bisa menjadi program Kabupaten dan menjadi “kampanye” amal saleh dilingkungan Kabupaten PPU.

“Kegiatan yang kami lakukan ini sebenarnya menjadi bukti, bahwa masyarakat bisa melakukan sesuatu untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dengan menggugah kesadaran orang-orang yang mampu untuk terbuka dan membantu sesama, demikian juga perusahaan yang beroperasi diwilayah PPU mungkin bisa di gugah dengan menyisihkan sedikit keuntungan yang mereka dapatkan dari kekayaan alam PPU, artinya, masyarakat tidak selalu harus bergantung kepada pemerintah, walaupun tugas mensejahterakan itu memang tugas pemerintah, tetapi dengan andil dari masyarakat terutama masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi, maka pemerintah bisa lebih cepat mewujudkan kesejahteraan,” katanya.

Kansip mengakhiri sesi wawancara dengan tim redaksi Indonesiakitanews.com dengan menyampaikan pesan yang sangat menyentuh, “SESUATU YANG DINIATKAN KARENA ALLAH, JANGAN BERHENTI KARENA MANUSIA.”
Bayangkan, jika pejabat sekelas Camat saja bisa “menggerakkan” orang-orang untuk bersatu padu melakukan amal kebaikan, bagaimana dengan Pejabat selevel Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas, Bupati, Walikota, Gubernur hingga Presiden. Tidakkah ini bisa menjadi solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, setidaknya dalam jangka pendek, sembari pemerintah merumuskan program peningkatan kesejahteraan dalam jangka panjang.(red.hai).










