Indonesiakitanews.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum genap setahun berjalan. Namun, wacana untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode sudah mencuat. Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut mendorong para relawannya agar mendukung pasangan Prabowo–Gibran kembali maju pada Pilpres 2029.
Keinginan tersebut ternyata bukan hal baru. Menurut Bara JP, salah satu kelompok relawan Jokowi, pembahasan mengenai keberlanjutan duet Prabowo–Gibran sudah dilakukan bahkan sebulan sebelum keduanya resmi dilantik pada 20 Oktober 2024.
Meski demikian, sejumlah partai politik, baik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan maupun yang berada di luar, menilai saat ini sebaiknya perhatian diarahkan pada program kerja Kabinet Merah Putih. “Pemilu 2029 masih lama,” ujar beberapa elite partai saat dimintai tanggapan.
Secara historis, Indonesia belum pernah memiliki wakil presiden yang tetap berpasangan dengan presiden petahana dalam dua periode pemerintahan. Artinya, peta calon pasangan dalam kontestasi politik 2029 masih sangat dinamis dan terbuka untuk berbagai kemungkinan.
Selain itu, pergeseran kekuatan politik mulai tampak. Tiga kali reshuffle kabinet disebut sebagai langkah untuk mengurangi dominasi figur dekat Jokowi di pemerintahan. Pergeseran ini dianggap sebagai tanda bahwa poros politik bergeser, dari pengaruh Jokowi di Solo menuju Prabowo di Hambalang.








