Rabu, 21 Januari 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Penajam Paser Utara

Pusat Pangkas Anggaran Daerah, Ini Dampak Negatif Yang Dialami Daerah

Rusdan, Tenaga Ahli DPRD PPU : "Pemangkasan anggaran berdampak signifikan terhadap pertubuhan ekonomi daerah."

admin by admin
18 Juli 2025
in Penajam Paser Utara
0
0
SHARES
141
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Indonesiakitanews.com – Penajam. Efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, ternyata dinilai banyak kalangan membawa berbagai dampak negatif terhadap daerah.

Banyak kalangan berpendapat, pemangkasan anggaran tersebut hanya untuk memenuhi program ambisius sang Presiden yakni Makan Bergizi Gratis dan Hilirisasi tanpa memperhatikan dampaknya terhadap daerah.

Adalah Rusdan Rahimi, Tenaga Ahli DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang memberikan penjelasan tentang berbagai dampak yang dialami oleh daerah sebagai akibat dari pemangkasan anggaran dimaksud.

Menurut Rusdan (sapaan akrab), Pemangkasan anggaran melalui efisiensi  itu memberikan beberapa dampak serius terhadap daerah terutama di PPU.

“Saya kira jelas ya, pemangkasan anggaran ini sangat berdampak bagi daerah termasuk kita di PPU, saya mencatat setidaknya ada beberapa dampak signifikan bagi daerah, pertama terkait dengan pembangunan infrastruktur yang terhambat, kita tahu bahwa konektifitas jalan yang menghubungkan kabupaten PPU ke IKN itu sangat penting, kemudian yang tidak kalah penting adalah infrastruktur jalan yang menghubungkan antar kecamatan dan antar desa dalam rangka mobilitas kegiatan ekonomi masyarakat sangat mendesak, dengan pemangkasan anggaran ini, maka daerah harus melakukan perumusan ulang program yang sudah direncanakan.” Ujarnya. Jasa FB Ads

Ia menambahkan, “Selain masalah pembangunan infrastruktur yang terhambat dan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi, masalah kedua adalah berkurangnya kualitas pelayanan publik terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan. Ketiga, masalah pelambatan pertumbuhan ekonomi dan serapan tenaga kerja. Pemangkasan ini kan cukup besar ya kalau kita perhatikan, ini otomatis banyak program pembangunan daerah tidak bisa berjalan, akibatnya serapan tenaga kerja berkurang dengan begitu aktivitas ekonomi masyarakat melalui jual beli juga menurun, suka tidak suka pertumbuhan ekonomi mengalami pelambatan. Keempat, mereduksi kapasitas fiskal daerah, karena kapasitas fiskal daerah sangat tergantung dengan dana transfer daerah oleh pusat. Jadi saya kira penting bagi pemerintah daerah untuk memikirkan solusi alternatif untuk mengatasi berbagai permasalahan yang muncul.” Tambahnya.

Ditanyakan terkait solusi yang dapat dilakukan pemerintah, Rusdan menjelaskan, jika nantinya pemangkasan anggaran menyentuh belanja modal, maka pemerintah perlu melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Sekarang yang perlu dilakukan adalah melihat keputusan akhir dari pemangkasan anggaran oleh pusat, skemanya seperti apa dan jika memang menyentuh pada aspek penting seperti belanja modal, maka pemerintah daerah harus mengambil langkah lain guna memacu pertumbuhan ekonomi seperti berupaya mencari investor untuk berinvestasi disektor pariwisata dan pertanian.” Ungkapnya.

Menurutnya, PPU punya potensi wisata yang patut diperhitungkan, hanya saja selama ini kurang mendapat perhatian termasuk minimnya anggaran untuk peningkatan sektor pariwisata. Pada sektor pertanian, ia mengatakan bahwa PPU adalah salah satu lumbung padinya Kaltim, sehingga dapat dipromosikan agar bisa menggaet investor. Dengan adanya investasi yang masuk, kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali menggeliat dan dapat membantu pertumbuhan ekonomi daerah.

Rusdan berharap, agar pemerintah daerah dapat memaksimalkan kegiatan promosi terkait potensi wisata dan pertanian termasuk nantinya dalam hal penganggaran dapat mengalokasikan anggaran yang memadai.

Disinggung mengenai THL yang dirumahkan dan menjadi salah satu PR pemkab PPU kedepan, ia menjelaskan, “Sepengetahuan saya, untuk thl, yang tidak tercover PPPK penuh dan paruh waktu, saat ini pemkab PPU sedang berupaya melakukan lobi ke pusat untuk cari solusi dengan memanfaat anggaran yang ada dan bagi THL yang tidak atau belum tercover, akan dibekali dengan pelatihan atau diberdayakan melalui BUMD yang ada di PPU jika perlu BUMN yang ada di PPU juga membantu sehingga beban pemerintah daerah berkurang.”

Lebih lanjut ia mengatakan, “Masalah THL ini saya kira ada hal yang harus kita sadari bersama, pertama, keterbatasan formasi PPPK dan harus disesuaikan dengan kebutuhan instansi serta kemampuan anggaran daerah, tidak semua honorer memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan untuk menjadi PPPK, kemudian mengenai PPPK sudah diatur dalam PP nomor 49 2018 tentang tata cara pengangkatan PPPK melalui seleksi kompotensi yang ditetapkan untuk menjadi PPPK yang semuanya transparan dan akuntabel.” Ungkapnya. sewa mobil ke bandara soekarno hatta

Rusdan Rahimi mengatakan, saat ini DPRD bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah tenaga honorer secara bertahap dan berkeadilan dan  peningkatan kualitas, untuk itu ia meminta kesabaran dan pengertian dari seluruh tenaga honorer karena proses ini membutuhkan waktu dan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

Previous Post

Dukung Program Presiden, Tapi Jangan Korbankan Kepentingan Utama Daerah

Next Post

Wakil Ketua DPRD PPU, Syahruddin M Noor Tanggapi Masalah Pemangkasan Anggaran Hingga Masalah THL

admin

admin

Related Posts

Paripurna Tanpa Bupati: APBD PPU 2026 Diduga Disahkan Secara Gelondongan, Ada Apa di Balik Layar?
Penajam Paser Utara

Isu Mutasi ASN PPU Kian Panas, Dugaan Peran “Tim Sukses” di Luar Struktur Resmi Menguat

21 Januari 2026
Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani
Penajam Paser Utara

Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

12 Januari 2026
Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot
Penajam Paser Utara

Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

10 Januari 2026
Jelang Setahun Kepemimpinan, Mutasi OPD PPU Tak Kunjung Jalan, Publik Pertanyakan Ketegasan Bupati Mudyat Noor
Penajam Paser Utara

Jelang Setahun Kepemimpinan, Mutasi OPD PPU Tak Kunjung Jalan, Publik Pertanyakan Ketegasan Bupati Mudyat Noor

27 Desember 2025
Sorotan Dana Desa Giripurwa untuk Kegiatan ke Bali, Inspektorat Tegaskan Masih Tahap Klarifikasi
Penajam Paser Utara

Sorotan Dana Desa Giripurwa untuk Kegiatan ke Bali, Inspektorat Tegaskan Masih Tahap Klarifikasi

16 Desember 2025
Pelayanan RSUD Penajam Disorot Publik, Dinilai Lamban dan Berpotensi Ancam Keselamatan Pasien
Penajam Paser Utara

Pelayanan RSUD Penajam Disorot Publik, Dinilai Lamban dan Berpotensi Ancam Keselamatan Pasien

15 Desember 2025
Next Post

Wakil Ketua DPRD PPU, Syahruddin M Noor Tanggapi Masalah Pemangkasan Anggaran Hingga Masalah THL

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Paripurna Tanpa Bupati: APBD PPU 2026 Diduga Disahkan Secara Gelondongan, Ada Apa di Balik Layar?

Isu Mutasi ASN PPU Kian Panas, Dugaan Peran “Tim Sukses” di Luar Struktur Resmi Menguat

21 Januari 2026
Komisi Reformasi Polri Masuk Fase Kritis, Dua Opsi Besar Mulai Mengemuka

Komisi Reformasi Polri Masuk Fase Kritis, Dua Opsi Besar Mulai Mengemuka

20 Januari 2026
Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

IKN Semakin Mentereng, Daerah Semakin Terpuruk

19 Januari 2026
Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

13 Januari 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In