Indonesiakitanews.com – Penajam. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gunakan Tenagamu Untuk Rakyat (Guntur) memberikan apresiasi kepada PT Benuo Taka Wailawi (BTW) yang telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
RUPS ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan sejak dibentuk pada tahun 2012 silam.
RUPS yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan pada Senin, 16 Juni 2025, dan menjadi sinyal kuat penguatan sektor migas di wilayah tersebut.
“Ini yang kita tunggu-tunggu sejak dulu, kapan PT BTW melakukan RUPS, karena masyarakat resah, sebab ada saham daerah sebesar 51 persen disana,” ungkap Kasim Assegaf Ketua LSM Guntur, kepada tim redaksi Indonesiakitanews.com, pada 17/06/2025.
Menurut Kasim terjadinya RUPS dan perombakan dalam struktur PT BTW membuka harapan baru dalam pengelolaan migas di PPU terutama blok Wailawi. Kasim juga mengucapkan selamat kepada Direktur Utama dan Komisaris yang telah mendapatkan amanah baru.
“Saya atas nama pribadi dan LSM Guntur mengucapkan selamat kepada Zaenul Arifin yang diangkat menjadi Direktur Utama dan Pitono sebagai Komisaris, kita berharap kedepan PT BTW bisa benar-benar menjadi perusahaan yang profesional dan akuntabel tentunya, dan yang paling penting lagi adalah PT BTW bisa berkontribusi bagi daerah, tidak seperti selama ini yang tidak memiliki kejelasan,” ujarnya.
Dikutip dari Kaltimpost, PT Buana Resources Capital (BRC), pemegang 49 persen saham BTW, menyetujui penuh perombakan ini. Mantan Komisaris PT BTW, Taufik, membenarkan proses penggantiannya.
“Karena hal ini merupakan keinginan kedua pihak, saya, tentu saja, mengikuti saja,” kata Taufik saat dihubungi, Selasa, (17/6). Ia juga mengonfirmasi bahwa inisiasi RUPS ini datang dari pemegang saham mayoritas PBT.
Direktur PBT PPU, Gordius Ago, mengungkapkan bahwa proses perombakan ini telah diawali dengan pra-RUPS pada Minggu, 15 Juni 2025, sebelum dilanjutkan dengan RUPS inti keesokan harinya.
“Pra RUPS dan RUPS sudah selesai dan disepakati pemegang saham adalah Komisaris Pitono dan Direktur Utama Zaenul Arifin, sarjana perminyakan,” jelas Gordius Ago.
Setelah RUPS, kegiatan dilanjutkan dengan rapat business-to-business (B to B) antara PBT dan PT BRC yang dipimpin langsung oleh direksi baru PT BTW.(red.hai).











