Indonesiakitanews.com – Jakarta. Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memasuki babak baru.
Usai penetapan tersangka sebanyak empat orang yang tidak lain adalah Staf Khusus Nadiem Makarim sebagai Mendikbudristek. Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mengungkap fakta baru yang cukup mencengangkan publik.
Fakta baru tersebut adalah ditemukannya percakapan Whatsaap Group (WAG) yang disebut sebagai “Mas Menteri Core Team.” Dalam WAG tersebut diketahui bahwa ternyata proyek pengadaan Chromebook sudah direncanakan sebelum Nadiem Makarim menjabat sebagai menteri terkait.
Adanya temuan percakapan WAG dimaksud semakin membuka tabir tentang proyek senilai 9 triliun rupiah dan merugikan negara senilai 1,98 triliun rupiah itu.
Sebelumnya diketahui bahwa pihak Kejagung melalui Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Jaksa Agung Muda Kejaksaan Agung Abdul Qohar, sudah sering menyebutkan nama Nadiem Makarim dalam kasus tersebut. Hanya saja sampai dengan pengumuman tersangka, nama Nadiem Makarim tidak termasuk didalamnya.
Penyidik baru menjerat satu staf khusus Nadiem, satu konsultan, dan dua pejabat Kemendikbudristek sebagai tersangka. Qohar beralasan penyidik masih butuh alat bukti untuk menjerat Nadiem.
Qohar juga menyatakan kejaksaan tengah mengendus hubungan antara investasi Google ke Gojek pada 2018 dan pengadaan laptop Chromebook itu. Nadiem adalah pendiri Gojek yang merupakan perusahaan operator aplikasi ojek daring.
Dilansir dari Tempo.co, saat ini penyidik telah menggeledah kantor Gojek yang kini merger dengan Tokopedia. Sejumlah pejabat Gojek dan Google pun telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Penyidik, kata sejumlah ahli hukum, sedang memainkan strategi memakan bubur panas.(red.hai).
Sumber : Tempo.co
Editor : Sumarno











