Indonesiakitanews.com – Jakarta. Badan Pusat Statistik atau BPS akan mulai mendata penduduk Ibu Kota Nusantara (IKN) 2025. Dilansir dari Tempo.co, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pendataan ini mencakup 55 desa dan dan 726 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) setingkat RT yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara dan dua kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara. “Sesuai hasil delineasi batas wilayah,” kata Amalia melalui keterangan resmi, Rabu, 4 Juni 2025.
Menurut Amalia, pendataan penduduk IKN sangat penting. Dengan data dasar kependudukan, BPS akan memiliki kerangka sampel yang dibutuhkan untuk berbagai survei lanjutan. Selain itu, untuk menjadi dasar penyusunan berbagai indikator sosial dan ekonomi yang esensial untuk perencanaan wilayah, pengelolaan migrasi, serta penyediaan layanan publik.
Terkait dengan rencana pendataan tersebut, BPS dan Otorita IKN telah meneken nota kesepahaman tentang penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data dan/atau informasi statistik pada Selasa, 3 Juni 2025. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan penandatangan MoU tersebut dilatarbelakangi kebutuhan data statistik di wilayah IKN. Adapun wilayah administrasi IKN saat ini mencakup sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Oleh karena itu, ujar Basuki, perlu penyesuaian dan pembaruan dalam sistem statistik nasional. “Dengan adanya kegiatan ini, insyaallah kita akan memiliki data primer yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan,” ujar eks Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu.(red).











