Rabu, 14 Januari 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home Nasional

Negara Berutang, Rakyat Menanggung, Pejabat Melenggang, Daerah Defisit.

Utang 800 triliun jatuh tempo, bungan hutangnya saja melebihi anggaran kesehatan

admin by admin
5 Agustus 2025
in Nasional
0
Negara Berutang, Rakyat Menanggung, Pejabat Melenggang, Daerah Defisit.
0
SHARES
18
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Prabowo Subianto, dalam bukunya yang berjudul Paradoks Indonesia dan Solusinya, tak sekali pun menyebut nama Joseph Schumpeter. Tapi, saat menjadi Presiden Indonesia ke-8 pada 2024, Prabowo mempraktikkan ajaran-ajaran ekonom Amerika-Austria penganjur liberalisme dalam ekonomi itu.

Dalam teori siklus bisnis, Schumpeter, misalnya, punya formula BO+DOL: berani optimistis plus duit orang lain. Pengusaha yang berhasil, kata dia, ditopang inovasi dan kepercayaan diri tinggi meski modalnya memakai utang. Nah, BO+DOL agaknya dilakukan Prabowo ketika dalam keadaan ekonomi lesu di awal ia menjabat presiden, pemerintahannya tak sungkan menarik utang baru.

Sampai Juni 2025, pemerintah telah menarik utang Rp 315 triliun dari rencana tahun ini Rp 775,9 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutnya front loading, penarikan utang di awal tahun anggaran untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi akibat kelesuan global. Bentuknya berupa surat berharga negara (SBN).

Uang publik itu akan dipakai menutup belanja pemerintah karena penerimaan pajak tak mencapai target. Pemerintah batal menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen karena diprotes banyak orang. Protes bukan tanpa alasan. Kenaikan PPN terjadi di tengah daya beli masyarakat yang merosot akibat ekonomi lesu.

Ditambah lagi hasrat Prabowo menjalankan program-program besarnya yang menuntut biaya besar, seperti makanan bergizi gratis, koperasi merah putih, dan belanja alat utama sistem pertahanan. Program-program itu menyedot anggaran besar tapi tak merangsang ekonomi secara instan.

Kebijakan pemangkasan anggaran makin menambah kelesuan. Hotel-hotel tutup dan bangkrut akibat tak mendapat pemasukan dari biaya rapat pejabat pemerintah. Data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia menyebutkan 80 persen pendapatan hotel datang dari kegiatan pemerintah. Apalagi di masa sulit ketika masyarakat mengerem belanja liburan.

Situasi yang tak menguntungkan ini tak membuat Prabowo berhenti membelanjakan uang negara untuk program-program besarnya. Bulan lalu ia meresmikan 80 ribu Koperasi Merah Putih. Pemerintah mengalokasikan modal koperasi ini dari saldo anggaran lebih tahun ini sebanyak Rp 457,5 triliun.

Koperasi Merah Putih adalah program unggulan Prabowo yang sudah ia sebut dalam buku Paradoks Indonesia dan Solusinya. Ia menyebut kata koperasi sebanyak 20 kali dan membuat satu bab khusus tentang tema itu. Menurut Prabowo, koperasi adalah alat pemerataan ekonomi yang ia tiru dari cara Deng Xiaoping membangun ekonomi Cina pada 1980-an.

Ia memang tak memilih jalan kapitalisme yang merayakan modal asing dan peran swasta atau sosialisme yang menjadikan peran negara atau pemerintah sebagai panglima ekonomi. Saat berpidato dalam St. Petersburg International Economic Forum di Rusia pada 21 Juni 2025, Prabowo menegaskan bahwa ia memilih jalan tengah antara kapitalisme dan sosialisme.

Maka koperasi yang seharusnya datang dari bawah, dari keinginan masyarakat, ia dirikan dengan instruksi presiden memakai modal negara. Perusahaan-perusahaan negara ia tarik ke dalam satu induk bernama Danantara dengan pengawas para wakil menteri yang duduk di kursi komisaris. Konsep jalan tengah Prabowo adalah “negara yang berbisnis”.

Untuk mewujudkannya, Prabowo butuh modal besar. Ketika penerimaan dalam negeri dari pajak berkurang, ia tak segan berpaling kepada orang luar dengan menarik uang mereka melalui obligasi. Pemerintah tak peduli biaya menerbitkan surat utang yang tecermin dalam imbal hasil yang diminta pemilik uang sangat tinggi. Yield obligasi kita tertinggi di Asia Tenggara.

Imbal hasil itu mencerminkan kerentanan ekonomi Indonesia. Para pemegang obligasi paham cara pemerintah Indonesia mengelola keuangan negara tak memakai teknik yang pruden dan korek. Kita pun ingat wanti-wanti Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres pada 2023 yang mengatakan negara berkembang rentan menjadi negara gagal akibat tak bisa menyediakan layanan publik yang layak.

Dalam kasus Indonesia, pembayaran bunga utang saja lebih dari dua kali lipat anggaran investasi kesehatan. Utang jatuh tempo ditutup lagi dengan utang baru yang dalam bahasa keren disebut refinancing. Terlalu banyak memakai “duit orang lain” membuat optimisme tanpa inovasi dan perhitungan malah jadi mencemaskan.(red*

Previous Post

Omnibus Law Menjadi Kacaunya Uji Kompetensi Calon Dokter, Ini Penjelasannya

Next Post

Diduga Masuk Angin, Hakim Mediator PN Penajam Gugatan Lingkungan Hidup, Sebut Putusan Bisa N.O, Kok Bisa ?

admin

admin

Related Posts

KPK Klaim Selamatkan Rp45,6 Triliun Keuangan Daerah Sepanjang 2025, dari Aset hingga Pajak
Nasional

KPK Klaim Selamatkan Rp45,6 Triliun Keuangan Daerah Sepanjang 2025, dari Aset hingga Pajak

31 Desember 2025
Menjelang DWP 2025, Polri Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp60 Miliar di Bali
Nasional

Menjelang DWP 2025, Polri Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp60 Miliar di Bali

31 Desember 2025
Peraturan Kapolri Melawan Konstitusi: Putusan MK Diakali, Dwifungsi Polri Bangkit Kembali
Nasional

Peraturan Kapolri Melawan Konstitusi: Putusan MK Diakali, Dwifungsi Polri Bangkit Kembali

15 Desember 2025
Pemangkasan Dana Daerah Dinilai Langgar UU, Kepala Daerah Protes Keputusan Pemerintah Pusat
Nasional

Pemangkasan Dana Daerah Dinilai Langgar UU, Kepala Daerah Protes Keputusan Pemerintah Pusat

10 Oktober 2025
Istana dan CNN Indonesia Cari Solusi atas Pencabutan Kartu Pers Reporter
Nasional

Istana dan CNN Indonesia Cari Solusi atas Pencabutan Kartu Pers Reporter

29 September 2025
Tumpang Tindih Tim Reformasi Polri: Benar Mau Berubah atau Hanya Sandiwara?
Nasional

Tumpang Tindih Tim Reformasi Polri: Benar Mau Berubah atau Hanya Sandiwara?

23 September 2025
Next Post
Lanjutan Sidang Gugatan Kerusakan Lingkungan Hidup, PPCI Kabur, Mediasi Gagal dan Ditunda

Diduga Masuk Angin, Hakim Mediator PN Penajam Gugatan Lingkungan Hidup, Sebut Putusan Bisa N.O, Kok Bisa ?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

13 Januari 2026
Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

13 Januari 2026
Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

12 Januari 2026
Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

10 Januari 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In