Indonesiakitanews.com – Penajam. Warga Kelurahan Petung di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai usulan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG).
MUSRENBANG tersebut digelar oleh pemerintah daerah, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.
Menurut Lurah Petung, Achmad Fitriady terdapat beberapa masalah penting dan mendesak yang harus dituntaskan di Petung.
Achmad Fitriady merinci beberapa permasalahan yang dimaksudkannya yaitu, penataan parkir disepanjang jalan utama seperti dikawasan pusat perbelanjaan, pengadaan tempat pembuangan sampah, solusi mengatasi banjir, hingga pembangunan sekolah tingkat SMA sederajat.
“Di Petung walaupun jalurnya ada dua, tapi banyak parkir yang butuh intervensi dari instansi yang berwenang,” ungkapnya kepada awak media.
Ia mengatakan bahwa permasalahan tersebut telah disampaikannya pada pemerintah daerah ketika Musrenbang digelar di Petung pada 12 Februari 2025 lalu.
Menurutnya, terjadinya banjir di Petung selain karena Petung berada di dataran rendah, drainase yang mengalami pendangkalan juga menjadi penyebab banjir.
“Masalahnya ya bisa kita liat bersama, hampir semua parit di Petung ini mengalami pendangkalan, akibatnya ketika curah hujan tinggi, airnya meluap sampai ke pemukiman warga” Ujarnya menjelaskan.
Dalam pendangkalan drainase di kawasan jalan utama yang merupakan jalan provinsi, Achmad Fitriady kewenangan untuk memperbaiki drainase tersebut ada pada Balai Wilayah Sungai (BWS) Kaltim.
“Diperlukan koordinasi dengan pemprov Kaltim, karena ini kan kewenangan Balai Wilayah Sungai Provinsi Kaltim. Jadi kita meminta kepada dinas terkait di PPU untuk segera mengambil langkah koordinatif dengan mereka,” Sambungnya.
Masalah lain yang menjadi perhatian adalah tidak adanya tempat pembuangan sampah. Terungkap dalam MUSRENBANG bahwa Petung yang merupakan salah satu daerah di PPU yang memiliki banyak kawasan perumahan. Namun, dari perumahan yang ada, hampir seluruhnya tidak memiliki tempat pembuangan sampah sendiri.
Akibatnya, masyarakat perumahan membuang sampah di belakang pasar Petung, sehingga terjadi penumpukan sampah dalam volume yang besar.
“Jadi saking banyaknya sampah dibelakang pasar ikan, sampai-sampai DLH kewalahan mengangkut sampah,” terangnya.
Ia menambahkan, “Selain soal banjir dan sampah, kami juga sampaikan dalam MUSRENBANG terkait sekolah SMA, SMK atau yang sederajat. Jumlah warga Petung ini kam lebih dari 9 (sembilan) ribu jiwa, apalagi dengan adanya IKN pasti akan bertambah nanti, nah sekolahnya tidak tersedia, makanya kita usulkan mengenai sekolah SMA, SMK atau yang sederajat. Jasa Pembuatan Website Di Bandung
Ia berharap seluruh usulan itu dapat diakomodir di 2026, karena merupakan kebutuhan masyarakat.(ADV/Diskominfo.PPU/HAI)






