Selasa, 13 Januari 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home Nasional

Menjelang DWP 2025, Polri Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp60 Miliar di Bali

admin by admin
31 Desember 2025
in Nasional
0
Menjelang DWP 2025, Polri Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp60 Miliar di Bali
0
SHARES
22
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Indonesiakitanews.com – Jakarta – Menjelang gelaran musik elektronik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 yang akan berlangsung di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap enam jaringan peredaran narkoba. Pengungkapan ini dilakukan jauh sebelum festival digelar dan menyasar bandar serta pengedar, bukan penonton.

Jaringan tersebut diduga tengah menyiapkan pasokan narkotika untuk sekitar 25 ribu pengunjung yang diperkirakan memadati acara selama tiga hari. Operasi kepolisian dilakukan melalui persiapan panjang selama berbulan-bulan, meliputi pemetaan jaringan, pemanfaatan teknologi informasi, serta koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai wilayah Bali–Nusa Tenggara.

Puluhan personel diterjunkan untuk memantau pergerakan para pelaku. Dari hasil operasi tersebut, aparat menyita puluhan kilogram narkoba berbagai jenis, antara lain sabu, ekstasi, MDMA, ketamin, kokain, ganja, dan happy water. Nilai total barang bukti ditaksir melebihi Rp60 miliar. Sebanyak 17 orang diamankan, sementara tujuh lainnya masih berstatus buron. Beberapa tersangka diketahui terhubung dengan jaringan lintas kota hingga lintas negara.

Polisi mengungkap para pengedar menggunakan beragam modus, mulai dari sistem tempel tanpa pertemuan langsung, transaksi tunai di lokasi, hingga pembayaran melalui transfer bank sebelum barang dikirim. Aparat juga menemukan upaya penyelundupan kokain melalui bagasi pesawat dengan menyamarkan paket kecil di antara pakaian agar lolos pemeriksaan. Saat festival berlangsung, penyidik tetap diterjunkan ke lokasi dengan cara membaur bersama penonton, sembari pengembangan jaringan terus dilakukan pasca-acara.

Perubahan pola penindakan ini merupakan hasil evaluasi dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Pada DWP 2024 dan beberapa edisi sebelumnya, penindakan lebih banyak difokuskan di dalam area konser dan menyasar pengguna. Pendekatan tersebut justru memunculkan tudingan pemerasan terhadap penonton serta meninggalkan catatan negatif dalam praktik penegakan hukum.

Belajar dari situasi tersebut, aparat tahun ini menggeser fokus ke hulu dengan membongkar sindikat sebelum hari pelaksanaan. Strategi ini diharapkan mampu memutus rantai pasokan narkoba sejak awal, sekaligus meminimalkan gesekan dengan penonton yang datang secara legal.

Festival musik berskala besar seperti DWP memang kerap menjadi target jaringan narkoba. Luasnya area, tingginya mobilitas massa, dominasi penonton muda, serta kehadiran ribuan warga negara asing menciptakan celah yang rawan dimanfaatkan. Karena itu, DWP termasuk agenda yang mendapat pengamanan ekstra mengingat rekam jejaknya yang berulang kali bersinggungan dengan kasus narkotika.

Kisah pengamanan DWP 2025 menunjukkan tarik-menarik antara industri hiburan dan kejahatan terorganisasi. Arus manusia, uang, dan interaksi dalam ruang padat membentuk ekosistem yang rawan disusupi. Mengalihkan fokus penindakan dari pengguna ke bandar dinilai lebih adil dan efektif karena menghentikan suplai dari sumbernya, sekaligus mengurangi stigma terhadap penonton.

Namun demikian, keberhasilan strategi ini tetap bergantung pada akuntabilitas aparat, transparansi prosedur, serta ketajaman intelijen dalam membaca peta jaringan. Di sisi lain, penyelenggara acara juga dituntut mengintegrasikan aspek keamanan dalam desain festival, mulai dari pengaturan alur masuk, titik pengawasan, hingga edukasi publik. Ruang hiburan diharapkan tetap menjadi tempat berekspresi, tanpa berubah menjadi arena peredaran narkoba.(red).

Previous Post

LSM Guntur : Ini Kado Akhir Tahun untuk Bupati PPU

Next Post

KPK Klaim Selamatkan Rp45,6 Triliun Keuangan Daerah Sepanjang 2025, dari Aset hingga Pajak

admin

admin

Related Posts

KPK Klaim Selamatkan Rp45,6 Triliun Keuangan Daerah Sepanjang 2025, dari Aset hingga Pajak
Nasional

KPK Klaim Selamatkan Rp45,6 Triliun Keuangan Daerah Sepanjang 2025, dari Aset hingga Pajak

31 Desember 2025
Peraturan Kapolri Melawan Konstitusi: Putusan MK Diakali, Dwifungsi Polri Bangkit Kembali
Nasional

Peraturan Kapolri Melawan Konstitusi: Putusan MK Diakali, Dwifungsi Polri Bangkit Kembali

15 Desember 2025
Pemangkasan Dana Daerah Dinilai Langgar UU, Kepala Daerah Protes Keputusan Pemerintah Pusat
Nasional

Pemangkasan Dana Daerah Dinilai Langgar UU, Kepala Daerah Protes Keputusan Pemerintah Pusat

10 Oktober 2025
Istana dan CNN Indonesia Cari Solusi atas Pencabutan Kartu Pers Reporter
Nasional

Istana dan CNN Indonesia Cari Solusi atas Pencabutan Kartu Pers Reporter

29 September 2025
Tumpang Tindih Tim Reformasi Polri: Benar Mau Berubah atau Hanya Sandiwara?
Nasional

Tumpang Tindih Tim Reformasi Polri: Benar Mau Berubah atau Hanya Sandiwara?

23 September 2025
Tax Amnesty: Likuiditas Fiskal Sekejap, Risiko Kepatuhan dan Penerimaan Pajak yang Malah Mandek
Nasional

Tax Amnesty: Likuiditas Fiskal Sekejap, Risiko Kepatuhan dan Penerimaan Pajak yang Malah Mandek

23 September 2025
Next Post
KPK Klaim Selamatkan Rp45,6 Triliun Keuangan Daerah Sepanjang 2025, dari Aset hingga Pajak

KPK Klaim Selamatkan Rp45,6 Triliun Keuangan Daerah Sepanjang 2025, dari Aset hingga Pajak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

13 Januari 2026
Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

13 Januari 2026
Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

12 Januari 2026
Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

10 Januari 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In