Indonesiakitanews.com – Penajam. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah memiliki pemimpin baru, tidak hanya di lembaga eksekutif tetapi juga di lembaga legislatif. Jika di lembaga eksekutif ada Mudyat Noor sebagai bupati terpilih, maka di lembaga legislatif ada Rauf Muin sebagai nakhoda baru DPRD PPU.
Banyak pihak mulai berspekulasi tentang masa depan PPU ditangan dua pemimpin utama daerah yang dijuluki “Benuo Taka” itu. Sebelum membahasnya lebih jauh, terlebih dahulu kita lihat latar belakang kedua tokoh ini secara ringkas.
Mudyat Noor (Bupati Terpilih)
Umurnya masih tergolong muda, ia kelahiran Samarinda, 9 Februari 1979, artinya pada bulan Februari 2025 lalu ia baru genap berusia 45 tahun dan sekarang memasuki usia ke 46 beberapa hari kedepan. Dengan kata lain, pelantikannya sebagai Bupati PPU nanti akan jadi salah satu kado terindah yang ia dapatkan dari Sang Maha Pencipta.
Ketika duduk dibangku kuliah, ia melakoni kehidupan sebagai mahasiswa yang tidak hanya aktif di organisasi intra kampus tetapi juga sebagai aktivis ekstra kampus dimana Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menjadi pilihannya untuk beraktivitas. Kini Mudyat Noor masih menjabat sebagai ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD – KAHMI) Kota Samarinda.
Pengalamannya didunia politik juga tidak bisa dipandang sebelah mata, ia sempat mendapatkan amanah duduk sebagai anggota legislatif di DPRD Provinsi Kalimantan Timur melalui Partai Hanura, ia sendiri menjabat sebagai Sekretaris di DPD Hanura Kaltim kala itu.
Selain sebagai aktivis dan politisi, Mudyat Noor juga adalah seorang pengusaha muda yang cukup sukses. Selain usaha dibidang konstruksi, ia juga memiliki usaha lain dibidang pertambangan dan lainnya. Dari sini kita dapat mengatakan bahwa sebagai seorang yang berusia relatif muda, ia adalah sosok yang progresif dengan visi yang jauh kedepan. Karena semua yang didapatkannya bukanlah hadiah atau warisan dari orangtuanya, melainkan hasil kerja keras dan kecerdasannya. Jasa Pasang Iklan Di Google
Ayahnya adalah seorang guru ASN disalah satu sekolah menengah di Samarinda, sedangkan ibundanya hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Maka dapat diyakini semua yang dicapainya hari ini adalah berkat kerja keras dan kecerdasannya dalam melihat berbagai peluang yang ada dan menangkapnya.
Tidak hanya sampai disitu, Mudyat juga adalah orang yang dietahui dekat sekaligus sebagai orang kepercayaan Walikota Samarinda Bapak Achmad Amins (almarhum) selama 2 Periode yakni tahun 2000 – 2010. Selama 10 tahun tersebut Mudyat Noor aktif mendampingi Achmad Amins dalam kegiatan pemerintahan, berdasarkan hal itu, Mudyat Noor memiliki pengalaman yang mumpuni terkait dengan pengelolaan pemerintahan mulai dari manajemen keuangan pemerintahan dan manajemen pemerintahan itu sendiri. Jadi berada dalam lingkungan pemerintahan tentunya bukanlah hal yang asing bagi seorang Mudyat Noor.
Kini ia hanya menanti waktu (pelantikan) kemudian berlayar membawa PPU untuk mencapai kemajuan, keadilan dan kemakmuran bersama wakilnya yakni Waris Muin.
Rauf Muin (Ketua DPRD PPU)
Di Kabupaten PPU, siapa yang tidak mengenal namanya. Hampir semua kalangan masyarakat PPU mengenalnya. Ya, dia adalah seorang bertangan dingin. Sebagai seorang aktivis, hampir semua organisasi yang dipimpinnya mengalami kemajuan pesat dan dikenal masyarakat luas dalam waktu yang cepat. Sebut saja Pemuda Pancasila, PSSI, KNPI dan berbagai organisasi lainnya yang ada di PPU pernah dipimpinnya.
Rauf (panggilan akrab) tidak hanya menjadi ketua pada organisasi tersebut, tetapi juga menjadi pemimpin. Ia membawa semua organisasi yang dipimpinnya meraih masa-masa kejayaan.
Kini ia menjadi Ketua DPRD setelah berhasil mengantarkan partainya sebagai pemenang pemilu di PPU dan ia sendiri menjadi Calon Anggota Legislatif yang berhasil meraih suara terbanyak sehingga ia berhak atas posisi ketua DPRD PPU.
Pengalamannya sebagai aktivis, politisi dan pengusaha bertangan dingin melahirkan optimisme bagi masyarakat PPU yang diwakilinya sebagai anggota legislatif.
Latar belakang Mudyat dan Rauf sebagai aktivis, politisi dan pengusaha diyakini mampu membawa kabupaten PPU sebagaimana harapan rakyat PPU yaitu kemajuan, keadilan dan kemakmuran serta kesejahteraan.
Adalah Kasim Assegaf, Ketua LSM Guntur dalam sebuah kesempatan kala berbincang dengan tim redaksi media ini menyampaikan optimismenya terhadap masa depan PPU dengan kolaborasi antara eksekutif yang digawangi Mudyat dan legislatif oleh Rauf.
“Saya melihat harapan besar kemajuan PPU dimasa depan, karena latar belakang dua pemimpin utama PPU sekarang. Mudyat Noor sebagai bupati, beliau ini kan dulunya aktivis HMI, kita tau bagaimana proses kaderisasi kepemimpinan di HMI, beliau juga politisi, punya pengalaman di legislatif jadi paham betul bagaimana pengelolaan anggaran, apalagi Bupati kita sekarang ini juga dulunya, sebelum jadi Anggota DPRD Kaltim, pernah jadi orang kepercayaan Walikota Samarinda dua periode, pak Achmad Amins ditahun 2000 sampai 2010. Sudah pasti kalau soal manajemen pemerintahan dan manajemen keuangan pemerintah daerah sangat paham beliau. Kemudian beliau juga pengusaha, sebagai pengusaha pasti beliau tau cara bagaimana melakukan lobi-lobi untuk mendatangkan investor dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat PPU. Jadi komplit sebenarnya Bupati kita ini, ” Ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, “Bupati kita dengan ketua DPRD PPU Rauf Muin juga sama, basicnya aktivis, politisi dan pengusaha. Coba lihat bagaimana sepak terjang ketua DPRD kita, dia memulai semuanya dari nol, tapi organisasi mana yang beliau pegang dan tidak berhasil. Semua organisasi yang dipimpin beliau maju dan besar. PP misalnya secara organisasi memang besar, tapi di PPU setelah dipegang Rauf baru benar-benar terlihat oleh masyarakat luas dan bahkan merubah image menjadi lebih positif. KNPI ditangannya maju dan aktif, PSSI juga begitu jadi semua organisasi yang dipimpinnya mengalami perubahan signifikan. Begitu juga dalam dunia politik, lihat bagaimana sekarang Gerindra di PPU menjadi pemenang, memang beliau bertangan dingin dan punya visi besar. Kalau didunia usaha jangan ditanya lagi memimpin organisasi itu butuh biaya, kalau dia bukan pengusaha yang berhasil darimana biayanya, mustahil cukup kalau mengandalkan bantuan pemerintah.” Ujar Kasim membeberkan.
Kasim mengaku sudah mengenal cukup lama tentang sosok Rauf Muin. “Saya kenal beliau sebelum PPU dimekarkan menjadi kabupaten. Artinya bukan baru kenal sehari dua hari atau setahun dua tahun, saya bisa bicara tentang beliau karena memang tahu bagaimana sepak terjangnya dan saya kira anak muda PPU patut mengambil pelajaran dari beliau.” Akunya.
Ditanyakan terkait dengan komposisi kepemimpinan di PPU kedepan dan seberapa optimis terhadap kemajuan PPU pria yang akrab disapa Habib itu menjelaskan pandangannya. Menurutnya, dengan komposisi eksekutif kedepan dan Mudyat Noor sebagai bupati diyakini bisa membawa kemajuan PPU, sepanjang penempatan pejabat di dinas benar-benar didasarkan kompetensi. Demikian juga dengan DPRD PPU yang mana unsur pimpinannya selain Rauf juga adalah orang-orang berpengalaman seperti H. Syahruddin M Noor dan yang lainnya. Jasa Pembuatan Website Portal Berita
“Saya sangat yakin kalau kolaborasi antara legislatif dan eksekutif berjalan maksimal, PPU kedepan pasti akan mengalami perubahan drastis ke arah yang lebih positif. Karena komposisinya sudah bagus, di DPRD ada ketua Rauf yang progresif, dibantu unsur pimpinan seperti H. Syahruddin dan yang lainnya, kemudian di eksekutif ada Mudyat Noor, Bupati yang masih muda, progresif dan punya segudang pengalaman tentang bagaimana tata kelola pemerintahan juga, ditopang wakilnya Waris Muin dari Gerindra dan pernah duduk di legislatif. Saya optimis kedepan akan maju PPU kita.” Ujarnya bersemangat.
Kasim berharap agar semua unsur pimpinan daerah bisa benar-benar bersinergi dalam membangun daerah dan mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan.(red.hai).







