Indonesiakitanews.com – Penajam. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gunakan Tenagamu Untuk Rakyat (Guntur) memberikan tanggapan serius terkait adanya isu akan dilakukannya aksi demontsrasi di kantor KPK yang mana materinya adalah mendesak KPK untuk mengusut dugaan gratifikasi metrik ton batubara dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Kutai Kartanegara.
Kasim Assegaf, menduga bahwa isu aksi tersebut sifatnya tidak murni aspirasi, melainkan sebuah konspirasi jahat sekelompok orang untuk menjatuhkan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor.
“Kita sudah tahu soal fakta bahwa Bupati PPU, pak Mudyat diperiksa KPK, tetapi itu hal wajar bagi penegak hukum untuk memanggil dan meminta kesaksian siapapun yang dianggap mengetahui, atau memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dalam perkara yang sedang ditangani dalam hal ini adalah KPK. Tapi menggelar aksi demo untuk mendesak KPK, itu bukan aspirasi, itu terbaca sebagai konspirasi jahat yang hendak menjatuhkan kredibilitas pak Mudyat sebagai Bupati PPU,” ungkapnya.
Menurutnya, ada segelintir orang yang tidak merasa tidak nyaman melihat sosok Mudyat yang memiliki karir politik cemerlang. Sehingga, mencoba memanfaatkan situasi ini.
“KPK itu kan lembaga yang memang berwenang untuk mengusut perkara korupsi, mereka bekerja secara profesional, tidak perlu di desak-desak, jika memang KPK punya bukti dan yakin akan kebenaran bukti itu, tanpa di desak pun KPK pasti akan melakukan tindakan hukum semestinya,” ujar pria yang juga disapa habib itu.
Ia menambahkan, “Ini kan kalau kita lihat, semacam ada orang yang ingin memanfaatkan momentum dan mencari celah untuk mendapatkan “sesuatu”, Kalau memang mereka gerakan murni, kenapa tidak segera desak KPK tangkap para tersangka yang sampai hari ini masih bebas berkeliaran, itu kan lebih riil, nah kalau Bupati PPU, ini kan diperiksa sifatnya pun mungkin baru sebatas klarifikasi, terus kok ada orang yang ujug-ujug mau mendesak KPK, itu kan jelas sekali terlihat unsur politiknya,” ujarnya menambahkan.
Kasim menyatakan, bahwa keberadaan Mudyat sebagai Bupati PPU cukup mendapatkan tempat dihati masyarakat PPU, selain masih muda, energik dan komunikatif, Mudyat juga dipandang memiliki visi pembangunan yang bersifat strategis dan diyakini bisa bermuara pada kesejahteraan rakyat jika dilaksanakan secara konsisten.
“Masyarakat PPU ada dibelakang pak Mudyat selaku Bupati, jadi kalau ada pihak-pihak yang mau mencari-cari kesalahan atau mau mengorek-ngorek sesuatu yang sebenarnya masih asburd, dia akan berhadapan dengan masyarakat PPU,” pungkasnya.(red.hai).











