Rabu, 14 Januari 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home Penajam Paser Utara

LSM Guntur : Ini Kado Akhir Tahun untuk Bupati PPU

Kasim Assegaf : Perhatikan Kepentingan Masyarakat dan Kemajuan Daerah, atau rakyat akan berikan sanksi sosial.

admin by admin
31 Desember 2025
in Penajam Paser Utara
0
Sidang Gugatan Lingkungan Hidup LSM Guntur vs PT PPCI Kembali Ditunda, Ketidakhadiran Tergugat Dinilai Tak Menghargai Pengadilan
0
SHARES
198
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Indonesiakitanews.com – Penajam – Menjelang tahun baru 2026 dan satu tahun kepemimpinan Mudyat Noor sebagai Bupati Penajam Paser Utara (PPU), kritik dari masyarakat sipil kian menguat. Alih-alih menghadirkan terobosan nyata, roda pemerintahan daerah dinilai berjalan stagnan. Peningkatan ekonomi daerah dan percepatan pembangunan infrastruktur belum menunjukkan capaian yang meyakinkan, bahkan oleh sebagian kalangan dianggap lebih lamban dibandingkan periode sebelumnya.

Ketidakhadiran gebrakan tersebut diperparah dengan belum tampaknya ketegasan bupati dalam menata birokrasi. Hingga akhir tahun ini, mutasi maupun penyegaran organisasi perangkat daerah (OPD) belum dilakukan. Padahal, penyegaran birokrasi kerap dipandang sebagai instrumen penting untuk menjaga kinerja, integritas, dan profesionalisme aparatur.

Sorotan publik juga mengarah pada dugaan lemahnya pengawasan kepala daerah terhadap praktik-praktik di lingkaran kekuasaan. Muncul dugaan keterlibatan oknum tertentu, termasuk yang disebut sebagai bagian dari tim pemenangan bupati, dalam pengaturan proyek strategis daerah. Dugaan tersebut dinilai serius karena berpotensi mencederai prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Di tengah kegelisahan publik, masyarakat mengendus adanya sejumlah nama yang disebut-sebut memiliki peran signifikan dalam pengaturan proyek. Beberapa di antaranya dikenal dengan inisial UW, RZ, dan MA. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa oknum-oknum tersebut bukan merupakan warga asli PPU. Meski masih bersifat dugaan, isu ini memicu pertanyaan besar tentang siapa sebenarnya yang mengendalikan proyek-proyek bernilai besar di daerah.

Harapan besar masyarakat terhadap perubahan di era kepemimpinan Mudyat Noor pun mulai memudar. Pola kepemimpinan yang ditengarai mengarah pada praktik koncoisme atau patronase dinilai sangat berbahaya bagi masa depan PPU. Jika dibiarkan, praktik semacam ini berpotensi melahirkan penyalahgunaan wewenang dan menyeret sejumlah pihak ke ranah hukum.

Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima LSM Guntur, terdapat dugaan praktik pengondisian proyek APBD dengan nilai fantastis. Salah satu yang disorot adalah paket pekerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dipecah ke dalam beberapa kegiatan dengan total nilai mencapai lebih dari Rp50 miliar. Selain itu, terdapat pula sekitar 10 paket pekerjaan multiyears di bidang Bina Marga (PU) yang diduga telah “dikondisikan” sejak awal.

Menurut laporan tersebut, proses lelang proyek-proyek itu terkesan berjalan sesuai prosedur dan tampak fair secara administratif. Namun, masyarakat menduga kuat bahwa pemenang lelang telah ditentukan sebelumnya, sehingga proses tender hanya bersifat formalitas.

Tak hanya itu, laporan masyarakat juga mengungkap dugaan adanya intimidasi terhadap OPD. Sejumlah pejabat disebut diminta untuk mengikuti sistem yang telah ditetapkan oleh oknum tertentu, bukan berpedoman pada aturan pengadaan barang dan jasa yang berlaku. Jika menolak atau tidak “tertib”, mereka dikabarkan diancam akan dimutasi dari jabatannya.

Jika dugaan-dugaan tersebut benar, publik menilai Bupati PPU harus segera turun tangan melakukan koreksi menyeluruh. Intervensi kepala daerah dianggap mendesak untuk mengembalikan tata kelola pemerintahan sesuai hukum dan prinsip akuntabilitas. Langkah ini penting agar tidak tercipta preseden buruk, di mana pemimpin daerah PPU harus berhadapan dengan aparat penegak hukum akibat pembiaran sistemik.

LSM Guntur menyatakan akan melakukan investigasi lanjutan atas dugaan penyimpangan dalam pengelolaan APBD Kabupaten PPU. Lembaga ini juga mendesak Bupati Mudyat Noor segera melakukan penyegaran OPD secara objektif dan berbasis meritokrasi, guna mencegah penumpukan kekuasaan pada jabatan tertentu yang terlalu lama.

Selain itu, LSM Guntur mengaku berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung. Koordinasi tersebut ditujukan untuk mendorong supervisi, upaya pencegahan, serta penindakan hukum apabila ditemukan bukti yang cukup terkait dugaan pengaturan proyek dan penyalahgunaan kewenangan di Kabupaten PPU.

Kasim Assegaf, Ketua LSM Guntur menyatakan bahwa jika Bupati PPU, Mudyat Noor ingin agar ia bisa menyelesaikan tugasnya selama lima tahun dengan baik dan meninggalkan nama baik dan ingin dipilih kembali pada periode berikutnya, sebaiknya, Bupati PPU segera membenahi sistem tata kelola pemerintahan agar berorientasi pada kemajuan daerah, bukan kepentingan kelompok.

“Masyarakat sudah cerdas dan bisa menilai, jadi hanya ada dua pilihan, lakukan perbaikan, atau masyarakat akan memberikan sanksi sosial kepada Bupati PPU.” Pungkasnya.(red.mar).

Previous Post

Jelang Setahun Kepemimpinan, Mutasi OPD PPU Tak Kunjung Jalan, Publik Pertanyakan Ketegasan Bupati Mudyat Noor

Next Post

Menjelang DWP 2025, Polri Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp60 Miliar di Bali

admin

admin

Related Posts

Ketua LSM Guntur: Jangan Korbankan Hak Rakyat atas Nama IKN
Penajam Paser Utara

Ketua LSM Guntur: Jangan Korbankan Hak Rakyat atas Nama IKN

4 Januari 2026
Penyegaran OPD di PPU Jadi Sorotan, Dua Jabatan Strategis Dinilai “Kebal Mutasi”
Penajam Paser Utara

Penyegaran OPD di PPU Jadi Sorotan, Dua Jabatan Strategis Dinilai “Kebal Mutasi”

10 Desember 2025
APBD 2026 Disahkan, Publik Menanti Gebrakan Bupati Mudyat Noor dalam Penyegaran OPD PPU
Penajam Paser Utara

APBD 2026 Disahkan, Publik Menanti Gebrakan Bupati Mudyat Noor dalam Penyegaran OPD PPU

9 Desember 2025
LSM Guntur Minta DLH PPU dan Otorita IKN Jangan Tutup Mata, Bukti Kebiadaban Penambang Terpampang di Depan Mata
Penajam Paser Utara

Alam Mentawir Rusak, Masyarakat Akan Lakukan Aksi Demo ke PN Penajam

11 Agustus 2025
Isu Dugaan Korupsi di Tubuh Perusda Benuo Taka Wailawi, Kasim : Kalau Rugi Pasti Korup, Karena Pendapatan Besar
Penajam Paser Utara

LSM Guntur Kembali Soroti Pokir Dewan, Ada Apa ?

16 Juni 2025
Penajam Paser Utara

Ketua LSM Guntur Kepada Direktur PDAM PPU : Seharusnya Ada Penjelasan Kepada Masyarakat Agar Tidak Bergejolak

17 Juli 2025
Next Post
Menjelang DWP 2025, Polri Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp60 Miliar di Bali

Menjelang DWP 2025, Polri Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp60 Miliar di Bali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

13 Januari 2026
Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

13 Januari 2026
Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

12 Januari 2026
Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

10 Januari 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In