Indonesiakitanews.com – Penajam. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gunakan Tenagamu Untuk Rakyat (Guntur) menghimbau kepada segenap masyarakat di daerah terutama para aktivis dan Mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi untuk menyampaikan aspirasinya, agar dilaukan dengan damai dan tertib.
LSM Guntur juga menghimbau kepada massa aksi agar tidak mudah terprovokasi dan melakukan tindakan anarkis yang berpotensi merugikan daerah dan masyarakat serta massa itu sendiri.
Kasim Assegaf, Ketua LSM Guntur menyatakan, bahwa ada kemungkinan provokator menyusup dalam barisa massa aksi yang tujuannya adalah membenturkan massa dengan aparat Kepolisian yang melaksanakan tugas pengamanan.
“Saya rasa penting untuk diperhatikan oleh seluruh teman-teman yang menyampaikan aspirasinya dalam aksi hari ini dan mungkin hari-hari berikutnya jika berlanjut, agar memperhatikan betul barisannya masing-masing agar tidak ada provokator yang menyusup dalam barisan, sebab ini rawan adanya pihak-pihak yang ingin memprovokasi massa untuk benturan dengan pihak kepolisian,” ujarnya.
Kasim menambahkan, “Bagaimanapun, kepolisian adalah pengayom rakyat yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, jangan sampai massa terpancing dan mau dibenturkan dengan aparat,” tambahnya.
Kasim juga menghimbau agar penyampaian aspirasi kepada pemerintah tetap mengedepankan prinsip keamanan bersama, menjaga kondusifitas Kaltim sehingga tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat dan massa aksi itu sendiri.
“Kita paham bahwa demonstrasi itu tidak mungkin orasi diucapkan secara lemah lembut, maka silahkan sampaikan dengan bahasa sekeras-kerasnya, bahkan dengan caci maki sekalipun silahkan, tetapi yang harus dijaga adalah, jangan sampai ada kontak fisik antara petugas keamanan dengan massa, sebab ini merugikan tidak hanya bagi massa, tetapi juga bagi kepolisian dan daerah, tentunya masyarakat juga akan terdampak,” katanya.
Kasim juga meminta agar aparat keamanan, elit pemerintah dan politik, agar dalam menyikapi aksi demonstrasi tidak menyampaikan pernyataan-pernyataan yang sifatnya kontroversial, apalagi bernada merendahkan masyarakat. Sebab hal itu menurutnya bisa memicu amarah publik sebagaimana terjadi di Jakarta dan sekitarnya.(red.hai).











