Indonesiakitanews.com – Samarinda. Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, kembali meneguhkan komitmennya sebagai wakil rakyat yang hadir bukan hanya dalam janji, tetapi juga dalam aksi nyata. Dalam Reses Masa Sidang II Tahun 2025, yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Samarinda Ilir pada Senin, 19 Mei 2025, Deni hadir dengan semangat pengabdian penuh. Tak hanya berdialog, ia datang membawa komitmen kuat untuk menyerap, memperjuangkan, dan mengawal seluruh aspirasi warga.
Hadir dalam forum tersebut Camat Samarinda Ilir La Uje, sejumlah tokoh masyarakat, Ketua Forum RT, serta 29 RT dari lima kelurahan di Samarinda Ilir: Selili, Sido Mulyo, Sido Damai, Pelita, dan Sungai Dama. Masing-masing membawa suara dari lingkungannya, dan Deni menyambutnya dengan penuh kesungguhan.
“Saya tidak pernah capek memperjuangkan aspirasi warga Samarinda Ilir. Karena saya percaya, duduk di DPRD adalah bentuk pengabdian, bukan sekadar jabatan,” tegas Deni dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta reses.
Deni menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan, karena usulan yang masuk melalui forum ini akan diperjuangkan masuk ke dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) dan menjadi bagian dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
“Ini adalah bagian dari agenda resmi SIPD. Usulan yang disampaikan di sini akan menjadi penguat dari hasil Musrenbang. Jadi sangat penting untuk Bapak dan Ibu hadir dan menyampaikan secara langsung,” jelasnya.
Salah satu suara yang mencuat datang dari Miftahul, warga Sungai Dama, yang menyampaikan kondisi sungai yang semakin dangkal hingga menyebabkan banjir bahkan saat air pasang.
“Air pasang saja sudah cukup membuat banjir, karena sungai lebih tinggi dari daratan. Sungai sudah dangkal, bahkan tidak terlihat alirannya,” ujar Miftahul dengan nada prihatin.
Deni tidak tinggal diam. Ia menyampaikan bahwa Komisi III yang dipimpinnya telah memanggil Dinas PUPR Kota Samarinda dalam rangka penanganan cepat terhadap masalah banjir dan longsor.
“Hari Kamis lalu saya panggil langsung Dinas PUPR. Kita ingin pastikan, penanganan banjir dan longsor di inlet terowongan serta kawasan rawan lainnya bisa segera ditindaklanjuti,” tegas Deni, sambil menambahkan bahwa kehadiran perwakilan PUPR di acara ini bukan tanpa alasan.
“Saya hadirkan langsung Dinas PUPR hari ini agar keluhan dan masukan dari Bapak Ibu bisa langsung dicatat. Jangan ragu untuk menyampaikan unek-uneknya,” sambungnya lagi.
Tak hanya fokus pada banjir, politisi muda dari Fraksi Gerindra tersebut, juga mengangkat keberhasilan sebelumnya yang menjadi bukti nyata perjuangannya. Salah satunya adalah keberhasilan mengawal usulan perbaikan drainase di Jalan Lambung Mangkurat yang kini telah dikerjakan.
“Usulan kita tahun lalu soal drainase di Lambung Mangkurat, alhamdulillah sudah dikerjakan tahun ini. Kita kawal bersama dan kita berhasil,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan.
Deni Hakim juga menekankan pentingnya sinergi lintas elemen dalam proses pembangunan.
“Semua ini adalah kerja kolaboratif. Pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, RT, semuanya harus bersatu. Karena Samarinda ini milik kita bersama,” tandas Deni.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa dalam struktur Komisi III yang ia pimpin, Deni mengawasi dinas-dinas strategis seperti Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, DLH, BPBD, hingga DAPKA. Ini mempertegas bahwa dirinya berada dalam posisi yang sangat strategis untuk menyuarakan dan mewujudkan kebutuhan masyarakat.
“Komisi III adalah garda terdepan dalam bidang pembangunan. Dan saya tidak akan menyia-nyiakan amanah ini. Setiap aspirasi akan saya perjuangkan hingga ke tingkat realisasi,” katanya mantap.
Sebagai penutup, Deni kembali menegaskan bahwa reses ini bukanlah seremoni, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan pembangunan benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat.
“Kegiatan reses tahun ini akan menjadi dasar usulan untuk tahun 2026. Jadi mulai dari sekarang, kita pastikan semua usulan masuk dan kita kawal bersama,” pungkasnya. (red/Mar)





