Rabu, 14 Januari 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home Nasional

Kekuasaan Erick Tohir Habis, Kewenangan di Dominasi Danantara

admin by admin
11 Juni 2025
in Nasional
0
Kekuasaan Erick Tohir Habis, Kewenangan di Dominasi Danantara

Erick Thohir, saat konres PSSI

0
SHARES
46
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Indonesiakitanews.com – Jakarta. Diawal kehadirannya, Erick Tohir mendatangkan harapan baru bagi perbaikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Masyarakat menaruh harapan besar ketika Presiden Joko Widodo menunjuk Erick Tohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara.

Harapan besar itu bukan tanpa alasan, dengan pengalamannya mengelola berbagai bisnis, Erick diyakini bisa membenahi karut-marut pengelolaan perusahaan negara yang selalu mengalami kerugian dan terus menerus jadi sapi perah elite politik, bahkan mengalami korupsi yang tak berkesudahan.

Setelah lima tahun di bawah Jokowi, tata kelola BUMN terlihat sangat amburadul dan banyak anggota direksinya dibekuk Komisi Pemberantasan Korupsi, dalam kondisi demikian itu, Eric Tohir dipandang sebagai orang yang tepat untuk membenahi BUMN agar menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu harapan tinggal harapan. Gebrakan Erick merombak jajaran direktur dan komisaris BUMN ternyata berjalan setengah-setengah. Kondisi ini lantaran Erick mulai tergoda dengan kehidupan politik. Ia bahkan terlihat lebih politis ketimbang orang partai yang menjadi Menteri BUMN. Erick tergoda main politik dengan mengincar kursi calon wakil presiden dalam Pemilihan Umum 2024.

Akibatnya, selama lima tahun masa kepemimpinannya di Kementerian BUMN setidaknya 13 BUMN bangkrut lalu dibubarkan karena utang besar, kinerja buruk, hingga beban penugasan pemerintah yang tak sanggup mereka tanggung. Bahkan dua BUMN utama, Garuda dan Pertamina, digerogoti korupsi dan hampir ditutup.

Konflik kepentingan pun muncul ketika perusahaan Gabribaldi Tohir yang tidak lain adalah kakak dari Erick Tohir masif melakukan kerjasama dan investasi pada perusahaan negara. Ironisnya, salah satu perusahaannya sedang diselidiki jaksa dalam dugaan korupsi minyak Pertamina. Alih-alih membenahi tata kelola yang menjadi biang masalah BUMN, Erick menerabasnya juga.

Harapan bahwa Erick Tohir bisa menjadi cahaya bagi BUMN pun semakin redup setelah hanya bisa menyetor dividen sebesar Rp 60 triliun, angka ini dinilai tidak sesuai dengan uang negara yang dikelola, yakni sebesar Rp 14 ribu triliun. Bandingkan dengan dividen Temasek, induk perusahaan negara Singapura. Tahun 2023, dengan portofolio Rp 4.325 triliun, dividennya Rp 125 triliun.

Sebagai pengendali BUMN, yang punya wewenang sangat besar menunjuk para direktur dan komisaris, Erick gagal memoles BUMN menjadi lebih profesional.

Namun solusi yang diajukan Prabowo untuk membenahi BUMN juga mencemaskan. Ia membentuk Daya Anagata Nusantara atau Danantara yang menjadi induk perusahaan-perusahaan negara. Digodok meniru Temasek, Danantara menjelma menjadi holding yang jauh dari perusahaan negara Singapura itu. Tak hanya berinvestasi di proyek-proyek berisiko, Danantara dijadikan kebal hukum oleh Prabowo.

Danantara berada langsung di bawah kendalinya. Penunjukan para pengurusnya didasari kedekatan dan patron. Para penasihatnya adalah orang asing dengan reputasi bermasalah. Para direktur dan komisarisnya tak bisa disalahkan jika kebijakan mereka merugikan negara. Prabowo menjadikan Danantara kehilangan prinsip tata kelola yang baik, yakni checks and balances.

Kontrol terhadap kekuasaan adalah ciri utama demokrasi. Ini pula yang menjadi prinsip pengelolaan negara yang berhasil, sebagaimana ditunjukkan banyak negara maju. Daron Acemoglu dan James Robinson, dalam Why Nation Fail (2012), menunjukkan dengan meyakinkan bahwa faktor negara gagal adalah institusi politik dan ekonomi yang ekstraktif.

Ciri institusi yang ekstraktif adalah tak memiliki checks and balances. Kekuasaan berpusat pada beberapa orang bahkan satu orang. Lembaga perwakilan kehilangan fungsi dan peran mengontrol kekuasaan otoriter yang disokong hukum. Seperti dibuktikan Acemoglu dan Robinson dalam pelacakan sejarah hingga abad ke-12, kekuasaan ekstraktif berakhir dengan kehancuran. Negara gagal menyejahterakan warganya karena menjalankan kekuasaan tak inklusif.

Kita menunggu episode berikutnya, apakah Erick Tohir akan tetap dipertahankan sebagai Menteri BUMN atau akan di reshuffle oleh Presiden Prabowo.(red.hai).

Previous Post

Inspiratif, Sekelompok Pemuda di Buton Selatan Dirikan Taman Baca Sangia Yi Gola (TAMASYA)

Next Post

Samarinda Didorong Jadi Pusat Gudang Logistik Bencana se-Kalimantan, Peluang Capai 90 Persen

admin

admin

Related Posts

KPK Klaim Selamatkan Rp45,6 Triliun Keuangan Daerah Sepanjang 2025, dari Aset hingga Pajak
Nasional

KPK Klaim Selamatkan Rp45,6 Triliun Keuangan Daerah Sepanjang 2025, dari Aset hingga Pajak

31 Desember 2025
Menjelang DWP 2025, Polri Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp60 Miliar di Bali
Nasional

Menjelang DWP 2025, Polri Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp60 Miliar di Bali

31 Desember 2025
Peraturan Kapolri Melawan Konstitusi: Putusan MK Diakali, Dwifungsi Polri Bangkit Kembali
Nasional

Peraturan Kapolri Melawan Konstitusi: Putusan MK Diakali, Dwifungsi Polri Bangkit Kembali

15 Desember 2025
Pemangkasan Dana Daerah Dinilai Langgar UU, Kepala Daerah Protes Keputusan Pemerintah Pusat
Nasional

Pemangkasan Dana Daerah Dinilai Langgar UU, Kepala Daerah Protes Keputusan Pemerintah Pusat

10 Oktober 2025
Istana dan CNN Indonesia Cari Solusi atas Pencabutan Kartu Pers Reporter
Nasional

Istana dan CNN Indonesia Cari Solusi atas Pencabutan Kartu Pers Reporter

29 September 2025
Tumpang Tindih Tim Reformasi Polri: Benar Mau Berubah atau Hanya Sandiwara?
Nasional

Tumpang Tindih Tim Reformasi Polri: Benar Mau Berubah atau Hanya Sandiwara?

23 September 2025
Next Post
Samarinda Didorong Jadi Pusat Gudang Logistik Bencana se-Kalimantan, Peluang Capai 90 Persen

Samarinda Didorong Jadi Pusat Gudang Logistik Bencana se-Kalimantan, Peluang Capai 90 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

13 Januari 2026
Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

13 Januari 2026
Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

12 Januari 2026
Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

10 Januari 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In