Indonesiakitanews.com – Penajam. Tanggal 20 Februari 2025 menjadi tanggal yang dipilih oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sebagai tanggal untuk melaksanakan pelantikan tahap pertama untuk kepala daerah terpilih pasca pemilihan kepala daerah (Gubernur/Walikota/Bupati) November 2024 lalu.
Diantara kepala daerah yang akan dilantik adalah Mudyat Noor – Waris Muin setelah terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Pelantikan tersebut akan menjadi awal pemerintahan daerah PPU pasca dipimpin oleh 2 (dua) orang Penjabat Bupati yakni Makmur Marbun selama setahun yakni 19 September 2023 – 20 September 2024 dan kini dilanjutkan oleh Zainal Arifin sejak 20 September 2024 hingga dilantiknya Bupati definitif pada 20 Februari 2025 mendatang. Itu artinya, Zainal Arifin memimpin PPU selama lima bulan.
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati PPU tentu akan menjadi awal baru bagi masyarakat PPU pasca 1 tahun 5 bulan dipimpin oleh Pj Bupati yang memiliki kewenangan terbatas.
Kini masyarakat PPU akan memiliki pemimpin yang definitif untuk masa bhakti hingga 5 tahun kedepan. Namun ditengah optimisme yang dirasakan masyarakat PPU ternyata terdapat juga kekhawatiran akan perjalanan masa depan PPU.
Ketua LSM Guntur, Kasim Assegaf yang sudah berkali-kali menyampaikan opininya di media ini, kemarin (09/02/2025) kembali menyampaikan berbagai harapan dan kecemasannya. Kepada media ini Kasim (sapaan akrab) mengatakan bahwa dirinya sangat optimis terhadap pemimpin baru PPU namun ia juga pesimis terhadap beberapa hal yang mungkin terjadi.
“Kita ini kan sudah setahun lebih dipimpin Pj Bupati, kewenangannya juga terbatas jadi tidak banyak yang bisa kita harapkan, nah tanggal 20 nanti kan Insya Allah kita di PPU sudah punya Bupati definitif dengan kewenanngan penuh yang diberikan oleh undang-undang untuk mengelola daerah ini. Secara pribadi saya sangat percaya bahwa ditangan Mudyat Noor selaku Bupati, daerah ini akan mengalami perubahan positif, hanya saja saya juga khawatir akan adanya oknum-oknum yang bisa mengganggu stabilitas pemerintahan daerah.” Ungkap Kasim.
Disinggung terkait alasan dari kekhawatirannya, Kasim menjelaskan. “Kekhawatiran saya justeru terhadap orang-orang dilingkaran beliau sendiri, ya timses lah. Kan kalau sudah menang begini banyak sudah orang melakukan manuver-manuver, mulai dari timses sampai yang sekedar mengaku timses. Disini yang saya kira perlu untuk terus saya ingatkan kepada Bupati kita kedepan.”
“Saya tidak akan bosan mengingatkan kepada Bupati kita, karena kita sudah punya pengalaman dimasa lalu, begitu terpilih jadi Bupati mulai melakukan pergerakan yang sifatnya melukai hati masyarakat, termasuk mendatangkan SDM dari luar PPU untuk mengisi jabatan strategis di daerah. Kita berharap ini tidak dilakukan oleh beliau dan kiranya beliau bisa memaksimalkan dan mengupgrade SDM kita di PPU.” ujarnya.
Kasim juga mewanti-wanti agar tidak ada lagi muncul suara-suara sumbang terkait dengan sistem feodal yang selama ini terjadi pada setiap fase kepemimpinan. sewa mobil box bandung
“Kita yang di PPU ini kan sudah paham, setiap ganti bupati selalu terdengar istilah, bupatinya keluarganya saja, Bupatinya timses aja, atau Bupatinya teman atau kroninya saja. Nah ini terjadi biasanya karena penempatan pejabat yang merupakan orang-orang dilingkar kekuasaan yang titip posisi untuk ditempatkan di dinas ini dan itu. Ini jangan sampai terjadi lagi di kepemimpinan yang sekarang.” katanya.
Pria yang juga akrab dengan sebutan habib itu menambahkan, “Masyarakat PPU pastinya sudah sangat lama menantikan pemimpin yang profesional dan pro rakyat, yang bisa membawa ekonomi PPU tumbuh dan berkembang dan bermuara pada terwujudnya keadilan dan kemakmuran yang merata. Harapan itu sekarang ada dipundak Mudyat Noor selaku Bupati.” tambahnya.
Kasim juga mengatakan, “Diawal kepemimpinan beliau ini ada banyak masalah yang harus dibereskan, mulai dari masalah THL yang sudah dirumahkan tapi masih berharap ada kebijakan yang solutif bagi mereka, kemudian problem pemangkasan anggaran yang membuat banyak program yang harus ditunda, kemudian permasalahan pembangunan yang timpang antara IKN dan PPU sebagai gerbang IKN, masalah UMKM yang selama ini kurang mendapat perhatian sampai masalah eksekusi program makan siang dan problem sosial lainnya. Jadi tugasnya sangat berat saya kira. Nah dalam kondisi seperti ini yang dibutuhkan adalah sinergi dari semua pihak untuk membangun daerah, bukannya malah memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi dan golongan.” tegasnya. Sepatu Hotel Rental mobil balikpapan
Kasim berharap masyarakat PPU bisa betul-betul bekerjasama dengan Bupati dan jajarannya membangun PPU, memperjuangkan hak-hak masyarakat PPU dan mewujudkan keadilan dan kemakmuran agar PPU menjadi maju dan bermartabat.(red.hai).










