Indonesiakitanews.com – Penajam. Isu dugaan adanya tindak pidana korupsi ditubuh Perusahaan Daerah (Perusda) Benuo Taka Wailawi (BTW) dalam pengelolaan migas semakin mengemuka menyusul adanya temuan data dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gunakan Tenagamu Untuk Rakyat (Guntur) terkait dengan hasil produksi dan penjualan migas oleh Perusda BTW selama kurun waktu 2023 – 2024.
Kasim Assegaf, Ketua LSM Guntur membeberkan data hasil temuan mereka dan mengatakan bahwa jika Perusda BTW mengalami kerugian adalah hal yang mustahil.
“Kami sudah pegang datanya, jadi berdasarkan data tersebut, tahun 2023 saja Perusda BTW itu mendapatkan hasil kurang lebih 100 miliar. Jadi rinciannya itu dapat kita lihat dari catatan produksi minyak mentah dan gas bumi KKKS- BTW tahun 2023, untuk Gas Bumi 227 MMSCF. Senilai Rp 20 milliar, kemudian Minyak Bumi 60.025 Bbl, itu senilai Senilai Rp 77 Milliar. Berarti Perusda BTW pada tahun 2023 punya pendapatan total Rp 20 Milliar + Rp 77 Milliar = Rp 97 Milliar, Ini produksi minyak dan gas bumi eksisting. Belum lagi di tahun yang sama ada pekerjaan penambahan sumur baru. Dengan pendapatan seperti ini, darimana ruginya,” beber Kasim kepada media ini, Jum’at, 23/05/2025.
Selain membeberkan data produksi dan pendapatan Perusda BTW pada tahun 2023, Kasim juga mengungkap data produksi dan pendapatan Perusda BTW pada tahun 2024.
“Itu tadi yang 2023 ya, pada tahun 2024, Perusda BTW juga mendapatkan keuntungan sekitar Rp. 33,5 Miliar, rinciannya itu bisa dilihat dari produksi gas bumi dari Januari s/d Desember 2024 total : 149.209 MMBTU. Produksi rerata : 0,4 MMSCFD, Harga USD 5,35 per MMBTU, jadi total pendapatan USD 798.268 atau setara dengan Rp 13,1 Milliar. Nah ditahun yang sama juga, Produksi minyak mentah atau crude oil, total produksi : Januari s/d Des 2024 sebanyak 14.900 Bbl. Target APBN 2024 62.000 Bbl, harganya USD 83 per Bbl, jadi revenue-nya USD 1.236.700 atau setara dengan Rp 20, 4 Milliar, artinya pencapaian 23% dari target APBN,” ungkapnya.
Menurut Kasim, dengan pendapatan sebesar itu, seharusnya Perusda BTW bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah yang positif bagi Penajam Paser Utara (PPU), akan tetapi keberadaan Perusda BTW selama ini dinilai membebani APBD melalui penyertaan modal.
“Ini mau bagaimana, penyertaan modal dari daerah besar, produksi migas dan pendapatan juga besar, tapi kok justeru tidak menunjukkan performa yang positif bagi daerah.” ujarnya.
Kasim juga menyoroti gaji yang diterima direksi Perusda BTW dan Perumda Benuo Taka yang dinilainya sangat besar, tapi menghasilkan kinerja yang tidak sesuai harapan.
“Gaji manajemen Perusda BTW dan Perumda Benuo Taka itu kan besar ya, mencapai puluhan juta, itu uang rakyat, seharusnya mereka bisa menjaga integritas dengan cara paling sederhana itu adalah transparansi, tetapi kami melihat baik Perusda BTW maupun Perumda sebagai induknya tidak pernah merilis kinerja keuangan mereka, makanya timbul kecurigaan bahwa ada yang tidak beres di dalam Perusda dan Perumda ini,” katanya.
Disinggung terkait pernyataan Direktur Utama Perumda Benuo Taka Dr. Gordius Ago yang mengaku tidak mengetahui adanya isu dugaan tindak pidana korupsi pada Perusda Benuo Taka Wailawi selaku anak perusahaan Perumda, Kasim menganggap itu hal yang mustahil.
“Sebagai Dirut induk perusahaan, Gordius itu kan menjadi Komisaris pemegang saham, sebagai komisaris pasti memiliki data karena setiap tahun ada laporan, jadi kalau tidak tahu, berarti cuma ada dua kemungkinan, Gordius tidak paham apa yang dikerjakan perusahaan dibawahnya, atau sengaja menghindar dari pertanyaan, ya, mungkin saja dia juga terlibat,” ujar pria yang juga akrab disapa Habib ini.
Kasim menyatakan, bahwa data-data terkait Perusda BTW sudah mereka kumpulkan, sebagian besar sudah mereka dapatkan.
“Sudah, kami sudah punya datanya, memang masih ada yang kami perlukan sedikit lagi sebagai bahan untuk dibawa ke Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujarnya.
Disinggung terkait sumber data yang diperoleh, Kasim enggan menjelaskan, namun ia mengaku sumber datanya valid karena diterima dari sumber yang bisa dipercaya.
“Darimana datanya itu rahasia dong, yang pasti datanya valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ia menambahkan, “Intinya kami sudah berkomunikasi dengan Kejagung dan KPK, tinggal menunggu semua data lengkap, langsung kami bawa ke Kejagung dan KPK, tunggu aja tanggal mainnya,” ucapnya menutup pembicaraan.(red.hai)











