Indonesiakitanews.com – Buton Selatan. Dalam mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045, sekelompok pemuda di Dusun Katolemando, Desa Sandang Pangan, Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, membuat sebuah komunitas literasi bernama Taman Baca Sangia Yi Gola (TAMASYA). Komunitas ini hadir dengan misi sederhana namun penuh makna, yaitu dengan tujuan mengajak kawula muda untuk mencintai dirinya melalui kebiasaan membaca buku.
Berbagai program inovatif telah dijalankan oleh komunitas tersebut, mulai dari Lapak Baca Tamasya, nonton bareng film edukasi yang berlanjut sharing dan diskusi, bercerita tentang isi buku, hingga kegiatan produktif lainnya.
Junaldin, salah satu penggerak komunitas Taman Baca Sangia Yi Gola (TAMASYA), menjelaskan motivasi mendirikan komunitas tersebut saat di hubungi melalui via WhatsApp oleh awak media Indonesiakitanews.com pada Selasa, 10 Juni 2025.
“Ya, komunitas ini kami buat untuk wadah pemuda di desa berkegiatan positif, jadi kami buka taman baca ini biar pemuda suka dengan buku, mau membaca buku, dan tujuan komunitas ini sederhana semoga kedepan mereka yang sama-sama belajar disini bisa membangun cita-citanya sama seperti pemuda lainnya” ucapnya

Ia juga mengungkapkan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh komunitas tersebut.
“Ada beberapa kegiatan yang sudah kami lakukan di antaranya membuka lapak baca bersama ade-ade dari SD, SMP, dan SMA selain itu kami juga membuat acara nonton bareng film edukasi karya anak bangsa judulnya laskar pelangi, ya tujuannya membangun semangat generasi yang ada ini untuk memiliki harapan melanjutkan cita-cita mereka kedepan” Lanjut junaldin, menjelaskan kepada awak media Indonesiakitanews.com

Di akhir percakapan, Junaldin turut mengucapkan rasa terimakasih karena telah dihubungi oleh awak media dan menyampaikan harapan besar kepada pemerintah serta masyarakat luas untuk mendukung gerakan literasi ini.
“Kami tentu berharap kepada teman-teman jurnalis agar bisa membantu mendorong terbukanya ruang informasi, kami berterima kasih karena sudah di hubungi, semoga ini bisa di lihat oleh pemerintah daerah baik kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat agar komunitas kami mendapatkan dukungan, bersyukur dibangunkan semacam sekretariat, kalaupun tidak ya mungkin bisa diberikan bantuan buku atau dukungan lainnya sebagai motivasi kepada generasi muda untuk menjaga semangat belajarnya” Tutup junaldin dengan sedikit tawa saat mengakhiri percakapan via WhatsApp dengan awak media Indonesiakitanews.com
Komunitas Taman Baca Sangia Yi Gola (TAMASYA) adalah bukti bahwa di pelosok negeri, masih ada semangat untuk terus belajar dan melangkah maju, menginspirasi Indonesia menuju masa depan yang lebih optimis. (red/Mar)







