Indonesiakitanews.com – Penajam. 11 Maret 2025 – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berdampak pada sejumlah program Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kepala DLH PPU, Safwana, SE, MM, mengungkapkan bahwa instansinya mengalami pengurangan anggaran hampir Rp 2,8 miliar, yang berdampak pada beberapa rencana pengadaan.
Salah satu dampaknya adalah penundaan pembelian dump truck baru untuk pengangkutan sampah. Saat ini, DLH PPU memiliki 17 unit armada pengangkut sampah, sementara idealnya dibutuhkan 30 unit.
Meskipun setiap tahun direncanakan penambahan 2 hingga 3 unit, tahun ini pengadaan 1 unit dump truck harus ditunda akibat efisiensi anggaran.
Selain itu, beberapa program lain seperti penyusunan dokumen Evaluasi Pengelolaan Lingkungan Hidup (EPPLH) dan kajian Rencana Induk Pengelolaan Sampah juga terdampak. Meski demikian, DLH tetap mengutamakan program prioritas, salah satunya adalah Detail Engineering Design (DED) TPST, yang dianggap sangat penting dalam perencanaan pengelolaan sampah jangka panjang.
“Kami memahami bahwa efisiensi anggaran harus dilakukan, tapi ada beberapa kebutuhan yang tetap harus diperjuangkan. Salah satunya adalah perencanaan TPST, karena kita harus mengantisipasi kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang bisa penuh dalam waktu dekat,” ujar Safwana.
DLH berupaya untuk tetap menjalankan tugasnya dengan anggaran yang tersedia, termasuk dengan mengoptimalkan armada yang ada dan menyesuaikan program kerja agar tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan dana.(ADV/Diskominfo PPU/Marno)






