Indonesiakitanews.com – Penajam. Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Rudianyah beserta jajaran, mengambil langkah-langkah taktis dalam rangka mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Program prioritas dimaksud adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan rumah bagi masyarakat tidak mampu di wilayah Kabupaten PPU.
Kepada media ini Rudi (sapaan akrab) menjelaskan, KADIN PPU dalam hal ini akan ikut berperan aktif mensukseskan program pemerintah sesuai dengan instruksi dari KADIN Indonesia.
“Jadi ada beberapa program yang mana KADIN yang ada di daerah-daerah harus menyelaraskan dengan KADIN Indonesia termasuk KADIN PPU. Program tersebut adalah program MBG dan pengadaan rumah bagi masyarakat tidak mampu. Nah kami di PPU sudah melakukan beberapa hal sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan pelaksanaan program dimaksud.” Ungkapnya. sewa mobil bandung terdekat
Rudi mengaku, ia dan jajarannya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Komanda Kodim (Dandim) dan pihak swasta yang kompeten ada di PPU.
“Sebagai kepanjangan tangan dari KADIN Indonesia dan sebagai bagian dari elemen masyarakat PPU, kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dandim dan pihak swasta yang memiliki kompetensi terkait dengan program MBG. Tujuan dari koordinasi itu adalah untuk memastikan program MBG bisa berjalan di Kaltim khususnya di PPU, karena didaerah lain sudah terlaksana sedangkan di Kaltim belum terlaksana sama sekali. Karena itu kami melakukan koordinasi dimaksud.”
Ia menambahkan, “Dalam hal pelaksanaan program MBG ini kan nantinya akan terpusat di empat titik kecamatan, jadi dapurnya ada di empat kecamatan, kenapa kami melakukan koordinasi dengan pihak swasta yang berkompeten yaitu yang memenuhi semua syarat untuk program MBG seperti harus ada ISO / Sertifikat Halal.” ujarnya menambahkan.
Keterlibatan KADIN selain program MBG, yang juga menjadi konsen adalah program 3 (tiga) juta rumah. Dalam rangka mendorong percepatan program tersebut, KADIN PPU sudah melakukan kerjasama dengan Yayasan Borneo Benua Taka.
“KADIN bekerjasama dengan Yayasan Borneo Benua Taka untuk melakukan survey di 4 kecamatan yang ada di PPU, dari hasil survey itu kita dapatkan data masyarakat PPU yang masuk dalam kategori tidak mampu dan belum memiliki hunian di Sepaku sebanyak 1.503 KK, Penajam sebanyak 2.578 KK, Babulu sebanyak 1.032 KK dan Waru sebanyak 284 KK. Totalnya 5.397 KK untuk seluruh PPU. Nah ini berdasarkan data survey 4 bulan lalu, data ini kemungkinan bisa berkurang atau bahkan bertambah jika nanti ada survey terbaru.” Bebernya.
Terkait dengan program 3 juta rumah Ketua KADIN itu mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) PPU.
“Dalam waktu dekat kami akan audensi dengan Dinas Perkim untuk mendorong percepatan program tersebut.” Ucapnya singkat. rental mobil di balikpapan
Rudi menyampaikan harapannya kepada Bupati PPU, Mudyat Noor dan Ketua DPRD PPU, Rauf Muin agar dapat mendorong percepatan program prioritas nasional tersebut.
“Tentu dalam hal ini KADIN hanyalah institusi yang hanya sebatas mendorong dan mensupport program tersebut, Dan saya sangat berharap nantinya baik Bupati kita bapak Mudyat Noor dan Ketua DPRD kita bapak Rauf Muin bisa mengambil langah progresif dan proaktif agar program tersebut bisa segera terlaksana di kabupaten PPU.” Harapnya.
Terpisah, ketua LSM Guntur Kasim Assegaf memberikan tanggapannya terkait program prioritas nasional tersebut. Menurut Kasim sebaiknya KADIN tidak hanya berbicara tentang program nasional tetapi bisa lebih fokus bagaimana merumuskan program dan isu-isu yang bisa membantu pemerintah daerah mengatasi permasalahan daerah.
“Sebagai KADIN daerah, saya kira tidak salah jika KADIN PPU melaksanakan instruksi KADIN Indonesia. Tetapi menurut saya yang jauh lebih penting sekarang adalah bagaimana KADIN menyusun program dan merumuskan isu-isu penting yang menjadi masalah di PPU dan membantu pemerintah daerah untuk mengatasi masalah tersebut.” Ujar Kasim.
Menurut Kasim, KADIN kedepan harus bisa lebih fokus pada peran utamanya.
“Saya kira ini saatnya KADIN PPU bisa fokus kepada perannya, sebagai wadah pembinaan, komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi, dan advokasi pengusaha yang ada di PPU, apalagi saat ini pemerintah daerah mengalami problem pemangkasan aggaran sehingga butuh dukungan semua pihak agar pemerintah daerah bisa sedikit teringankan bebannya.” Ucapnya.
Kasim juga berpendapat, “Menurut pendapat saya, KADIN ini kan organisasi struktural yang di isi oleh orang-orang yang punya jaringan bisnis nasional bahkan internasional, nah itu potensi besar yang bisa dilihat sebagai peluang untuk menghadirkan investasi di PPU. Daerah kita ini punya potensi SDA yang luar biasa, mulai sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan hingga pertambangan. Didalam organisasi KADIN terutama ditingkat pusat, tentunya ada banyak pengusaha menengah hingga besar yang bergerak dibidang yang saya sebutkan tadi. KADIN PPU bisa kolaborasi dengan pemda untuk promosi daerah dalam rangka menarik investor.” Ujar pria yang biasa disapa Habib itu kepada media ini.
Kasim juga mengatakan, “Kedepan kita semua harus bekerja bersama-sama pemeritah daerah memikirkan bagaimana pembangunan ekonomi PPU, hemat saya salah satu yang perlu diperhatikan adalah intensifikasi pertanian dan perkebunan, kemudian intensifikasi dan peningkatan perikanan melalui keramba dan empang produktif, kemudian bagai tata kelola terkait budidaya rumput laut, pembinaan dan program pemberdayaan masyarakat melalui UMKM. Hemat saya program-program ini mungkin bisa dilaksanakan karena langsung menyentuh permasalahan masyarakat bawah.”
Kasim menghimbau kepada elemen organisasi seperti KADIN dan lainnya bisa benar-benar proaktif membantu pemerintah daerah.(red.hai). Pabrik Sepatu Olah Raga








