Rabu, 21 Januari 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home ADV

Dianggap Efektif Urai Macet, PPU Bisa Tiru Bacitra dari Balikpapan

admin by admin
3 Juli 2025
in ADV, DPRD PPU
0
0
SHARES
22
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Indonesiakitanews.com – Penajam.  Kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dipercaya dapat membuat ekonomi masyarakat tumbuh signifikan.

Keberadaan IKN tentunya akan memicu peningkatan jumlah penduduk, pembangunan hunian baru, serta peningkatan volume kendaraan di Kabupaten PPU yang dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas dimasa mendatang.

Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif untuk mengatasi tantangan kemacetan sejak dini.

Langkah solutif dan proyektif di Kabupaten PPU perlu dirumuskan segera agar tidak kelabakan ketika harus menghadapi masalah kemacetan di masa mendatang. harga pembuatan website travel

Anggota DPRD PPU, Muhammad Bijak Ilhamdani, menyarankan agar PPU belajar dari Kota Balikpapan, yang telah memperkenalkan program transportasi umum, seperti Bus Bacitra (Balikpapan City Trans), sebagai upaya mengurai kemacetan.

“Bisa melihat bagaimana Kota Balikpapan dengan hadirnya bus Bacitra, bahkan saya mengapresiasi,” kata Bijak, beberapa hari lalu.

Bijak mengakui bahwa Balikpapan kini sedang dihadapkan dengan persoalan kemacetan lalu lintas akibat pertumbuhan penduduk sebagai dampak hadirnya IKN.

Artinya, kemacetan menjadi ancaman nyata bagi PPU, seiring dengan pesatnya perkembangan daerah oleh kehadiran IKN.

Ia menilai, sejauh ini solusi yang paling efektif untuk mengurai kemacetan adalah dengan mengembangkan transportasi umum.

“Sejauh ini yang mengurai kemacetan itu adalah transportasi umum. Maka saya pikir di Kabupaten PPU sudah harus dipikirkan,” sambung Bijak, yang juga merupakan politisi dari Partai Demokrat.

Bijak menyarankan agar PPU tidak menutup diri dan mulai mempertimbangkan adopsi program transportasi serupa, meskipun harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah PPU yang lebih luas dan jarak antar pemukiman yang lebih jauh dibandingkan Balikpapan.

“Untuk diadopsi (Bacitra) harus disesuaikan dengan kondisi PPU. Penajam dengan Balikpapan tentu berbeda. PPU lebih luas dan jarak antar pemukiman jauh, dalam artian agak longgar,” terangnya.

Bijak mengingatkan pentingnya bekerja sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk merumuskan transportasi umum yang layak diadopsi di PPU.

Menurutnya, solusi yang tepat akan memungkinkan akses yang lebih baik ke wilayah-wilayah tertentu, seperti Kecamatan Babulu dan arah ke IKN (Kecamatan Sepaku).

“Juga nantinya bisa konsisten dengan tarif angkutan umum yang mana harus sesuai. Apalagi akses juga bukan hanya ke Penajam saja, ada juga arah ke IKN yang harus dipikirkan,” lanjutnya.

Disinggung mengenai penerapan upaya untuk jaga-jaga mengurai kemacetan kedepannya, Bijak menyebut belum memungkin untuk dapat diterapkan dalam waktu dekat.

Setidaknya 2, 3 atau empat tahun ke depan. Apalagi nantinya seiring semakin pesatnya perkembangan dan pertumbuhan di IKN Nusantara.

“Saya pikir mungkin dalam waktu dekat belum bisa, artinya belum rasional. Tapi, ke depan harus dipikirkan, jangan sampai sudah padat baru kelabakan. Jasa buat website murah bandung Tentunya harus melihat bagaimana kondisi PPU dalam dua atau tiga tahun mendatang, seperti pengembangan, pertumbuhan penduduk. Barulah kemudian disusun dalam Raperda untuk jadi Perda,” tutupnya. (ADV/HUMAS DPRD PPU/HAI)

Previous Post

DPRD Bersama Pemkab PPU Susun RPD 2024-2026

Next Post

Ketua DPRD PPU, Raup Muin Pimpin Rapat Paripurna, RAPBD 2025 Rp 2,9 T

admin

admin

Related Posts

Jamaluddin Klarifikasi Isu Pengerukan Pasir Pantai: Tidak Terkait Proyek Jalan, Murni untuk Keamanan Masyarakat
Penajam Paser Utara

Jamaluddin Klarifikasi Isu Pengerukan Pasir Pantai: Tidak Terkait Proyek Jalan, Murni untuk Keamanan Masyarakat

11 Desember 2025
Penajam Paser Utara

APBD PPU 2026 Disahkan Senilai Rp1,48 Triliun, Bupati Mudyat Noor Tekankan Kesejahteraan Masyarakat

2 Desember 2025
Sidang Gugatan Lingkungan Hidup LSM Guntur dan Lembaga Adat Mentawir Kembali Digelar, Ahli Soroti “Ketiadaan” AMDAL PT PPCI
Penajam Paser Utara

Sidang Lingkungan Hidup LSM Guntur dan Lembaga Adat Mentawir vs PT PPCI Kembali Tertunda, Penggugat Pertanyakan Ketidakjelasan Tergugat

19 November 2025
Penajam Paser Utara

Mulai Dari Penundaan Lelang Sejumlah Proyek, Hingga TNI Bekingi Urusan Proyek, Ada Apa Dengan Penajam Paser Utara ?

3 Juli 2025
LSM Guntur Minta DLH PPU dan Otorita IKN Jangan Tutup Mata, Bukti Kebiadaban Penambang Terpampang di Depan Mata
Penajam Paser Utara

LSM Guntur Tanggapi Jawaban Tertulis Dari Perumda Benuo Taka Yang Menolak Memberikan Informasi Kepada Publik

28 Mei 2025
ADV

Songsong Era Baru PPU, Ketua DPRD : Kita harus siapkan diri dengan baik

12 Maret 2025
Next Post

Ketua DPRD PPU, Raup Muin Pimpin Rapat Paripurna, RAPBD 2025 Rp 2,9 T

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Paripurna Tanpa Bupati: APBD PPU 2026 Diduga Disahkan Secara Gelondongan, Ada Apa di Balik Layar?

Isu Mutasi ASN PPU Kian Panas, Dugaan Peran “Tim Sukses” di Luar Struktur Resmi Menguat

21 Januari 2026
Komisi Reformasi Polri Masuk Fase Kritis, Dua Opsi Besar Mulai Mengemuka

Komisi Reformasi Polri Masuk Fase Kritis, Dua Opsi Besar Mulai Mengemuka

20 Januari 2026
Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

IKN Semakin Mentereng, Daerah Semakin Terpuruk

19 Januari 2026
Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

13 Januari 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In