Indonesiakitanews.com – Penajam. Menanam padi pasti rumput akan tumbuh juga. Artinya menanam kebaikan maka keburukan, pasti akan selalu ada juga. Sama halnya dengan sebuah daerah yang tadinya hutan belantara kemudian mulai disentuh pembangunan, manusia mulai berdatangan, ekonomi mulai bertumbuh disaat yang sama, kemaksiatan juga akan mulai ikut hadir.
Kira-kira demikianlah ungkapan yang tepat untuk “menggambarkan” kondisi di Area IKN dan sekitar IKN. Pasalnya, selain kerusakan lingkungan akibat penambangan yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah tambang yang baik dan tidak mengindahkan pentingnya kelestarian lingkungan hidup, ternyata di Area sekitar IKN ancaman terhadap penyakit sosial pun mulai marak.
Seorang warga Sepaku berinisial Rd dan beberapa warga lainnya menginformasikan kepada media ini bahwa sejak dimulainya proyek pembangunan di IKN, tak berselang lama, aktivitas prostitusi di area sekitar IKN pun mulai bermunculan terutama melalui aplikasi online.
“Kami menyampaikan ini agar bisa menjadi perhatian bagi Otorita IKN dan Pemkab PPU, sebab saat ini prostitusi online sudah mulai meresahkan warga di Sepaku. Mereka (PSK) menawarkan diri mereka melalui aplikasi online,” ungkap Rd kepada media ini, Selasa, 22/07/2025.
Warga Sepaku lainnya Am juga menyampaikan informasi serupa, bahwa aktivitas prostitusi online mulai terjadi beberapa waktu setelah proyek pembangunan di IKN dilaksanakan.
“Ya mungkin karena sudah banyak tenaga kerja disana, jauh juga dari istrinya, mungkin ini dianggap “pasar” bagi PSK, jadi mereka masuk ke sini (Sepaku, area sekitar IKN). Kami juga kaget bisa-bisanya sekarang di Sepaku ada yang begini (Prostitusi online),” ujar Am.
Merespon perihal informasi mulai maraknya prostitusi online di wilayah IKN, LSM Guntur yang juga mengaku mendapatkan laporan masyarakat mengaku prihatin sehubungan dengan adanya prostitusi online tersebut.
Kasim Assegaf, Ketua LSM Guntur mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan melakukan penelusuran informasi.
“Kami sudah cek, ternyata memang benar ada dan itu dilakukan secara online melalui aplikasi michat. Disana terbaca dengan jelas posisi PSK nya dimana, akan melakukan hubungan dipenginapan/hotel mana, semuanya bisa dilihat dari percakapan yang coba dilakukan oleh tim kami dalam rangka memastikan benar tidaknya informasi dari masyarakat, ternyata memang itu benar dan mulai meresahkan warga,” ujar Kasim.
Kasim kemudian menyoroti situasi ini dan mengaitkannya dengan pasifnya pemerintahan Otorita IKN (OIKN) dalam berbagai masalah sosial masyarakat di sekitar IKN.
“Dalam hal munculnya problem sosial masyarakat seperti ini, tentu tidak bisa dilepaskan dari peran dua pemerintahan yakni Badan Otorita IKN dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, kenapa keduanya harus menjadikan masalah prostitusi online ini, karena masyarakat mulai resah, masa depan generasi muda nanti bagaimana kalau prostitusi sampai berkembang di daerah ini,” katanya.
Ia menambahkan, “Saya kira, Otorita IKN melalui struktur pemerintahan yang ada, harus responsif terhadap problem sosial ini, jangan bersikap apatis seperti pada lingkungan hidup di area sekitar IKN, akibatnya kerusakan lingkungan terus terjadi dan pelakunya tidak ditindak sebagaimana harusnya, demikian juga dengan Pemkab PPU, mereka harus bergerak melakukan razia, hotel dan penginapan disekitar IKN agar prostitusi online tidak berkembang,” ujar Kasim menambahkan.
Sebagaimana diketahui, terdapat ribuan hingga belasan ribu tenaga kerja di kawasan inti IKN. Hal ini nampaknya dipandang sebagai potensi pendapatan bagi mereka yang bergerak di bisnis prostitusi maupun mereka yang bergerak secara pribadi-pribadi dan berprofesi sebagai PSK.
Sebagai informasi, tim redaksi mendapatkan kiriman screenshoot via chat whatsaap yang menjadi bukti adanya prostitusi online di area sekitar IKN, namun karena pertimbangan kepatutan, tim redaksi tidak menyertakan hasil tangkapan layar tersebut dalam pemberitaan.
Peran pemerintah sangat signifikan dalam mengatasi penyakit sosial yang bisa saja menjangkiti mereka-mereka yang selama ini tidak mengenal dunia prostitusi, lebih dari itu, masa depan generasi muda harus diselamatkan dari unsur-unsur penyakit sosial semacam ini. Semoga.(red.hai).











