Indonesiakitanews.com – Penajam. Masih segar dalam ingatan para petani Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) RI saat Kunjungan Kerja di Kabupaten PPU, beliau menyatakan harapan agar petani mampu Panen padi minimal 7 ton/ha untuk mendukung swasembada pangan kaltim 2026.
Tentu saja beragam komentar di kalangan petani pun bermunculan, mengingat selama ini rasa-rasanya sangat sulit terwujud hasil panen seperti yang ditargetkan oleh Mentan RI, Amran Sulaiman, akan tetapi rupanya pernyataan Mentan RI tersebut menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi petani di PPU untuk bisa meningkatkan hasil panen.
Berbekal motivasi tersebut, para petani di PPU pun mulai megerjakan tugasnya yaitu menanam padi dan hasilnya, sangat memuaskan bahkan melebihi target yang disampaikan oleh Mentan RI.
Pada Jumat, 16 Mei 2025 hampir semua Petani di Desa Gunung Intan terlihat sangat sibuk menyiapkan segala keperluan dalam rangka gelar syukuran pasca panen padi atas hasil dari bumi dimana mereka selama ini berusaha.
“sudah selayaknya bagi kita semua (petani yang ada di PPU) untuk mensyukuri atas rejeki, nikmat yang telah di limpahkan oleh Allah SWT agar rejeki itu semakin bertambah berkahnya” Ucap Pak Muhtar, Kepala Desa Gunung Intan kala meyampaikan sambutan dalam acara syukuran pasca panen.
Sementara itu Babinsa dan Babinkamtibmas turut hadir memberikan motivasi kepada para pejuang pangan untuk mewujudkan program swasembada pangan dan selalu jaga kekompakan dalam berusahatani.

Pada acara syukuran tersebut juga terungkap jumlah atau hasil capaian panen padi di Desa Gunung Intan yang ternyata mencapai 7,9 ton GKP/hektar, pihak dinas pertanian Kabupaten PPU yang hadir juga memberikan sambutan bahwa
“Hendaknya petani lebih cerdas memilah dan memilih saprodi yang benar-benar membawa dampak hasil nyata agar biaya produksi bisa di hemat”. Ucap pria yang akrab disapa pak Gun Kabid. TPH dinas pertanian PPU.
Ia mengaku sangat mengapresiasi Manager CV. SOBAT TANI KALIMANTAN TIMUR atas kontribusinya dalam mengatasi keasaman tanah di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara khususnya di Gunung Intan sehingga petani mampu memperbaiki hasil panennya menjadi lebih baik.
Menurutnya, hal ini selaras dengan informasi dari PPL Gunung Intan Toto Sunaryo, SP bahwa setelah petani mendapat bantuan ANTAZAM 10 kg/ha dan diaplikasikan pada tanaman masing-masing hasilnya tanaman menjadi sehat tumbuhnya dan meningkat hasilnya.
Menurut Manager CV. SOBAT TANI KALIMANTAN TIMUR,Abdul Muin, SP bahwa adanya peningkatan hasil panen pada komoditas padi, jagung manis, ubi jalar dll. yang ada di Desa Gunung Intan sangat erat kaitannya dengan adanya bantuan pupuk pembenah tanah ANTAZAM dari Dinas pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara. “Tanah sehat Insya Allah hasil panen meningkat” tuturnya.
Dalam sesi diskusi secara detail di sampaikan oleh Abdul Muin SP, bahwa ANTAZAM saat ini menjadi solusi E3 (Efektif, Efisien, Ekonomis) dalam mengatasi keasaman tanah hanya dengan dosis 10kg/ha sudah mampu mendongkrak perbaikan tanah dan hasil panen terbukti petani di Desa Gunung Intan mampu Panen mencapai 7,9 ton GKP/hektar.
Lebih lanjut dikatakan Petani harus tetap bijaksana dalam mengendalikan Hama Penyakit yang setiap musim datang menyerang, jangan lengah dengan kondisi tanaman yang gemoy (gemuk ijo royo2). Adanya tanah yang sehat, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengairan yang cukup dan pengendalian OPT yang bijaksana itulah syarat ideal menuju swasembada pangan.(red.hai).









