Selasa, 13 Januari 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home Ekonomi & Bisnis

Bunga Deposito Dolar Naik 4 Persen: Strategi Menahan Rupiah atau Risiko Baru?

admin by admin
29 September 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
Bunga Deposito Dolar Naik 4 Persen: Strategi Menahan Rupiah atau Risiko Baru?
0
SHARES
19
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Indonesiakitanews.com – Rencana empat bank milik negara — BNI, BRI, Mandiri, dan BTN — menaikkan suku bunga deposito dolar AS hingga 4 persen per tahun mulai 5 November 2025 memunculkan beragam respon. Di satu sisi, langkah ini dipandang sebagai strategi untuk memperkuat cadangan devisa dan menopang stabilitas rupiah. Namun di sisi lain, sejumlah ekonom memperingatkan potensi risiko yang bisa justru menambah beban bagi perekonomian nasional.

Mengapa Bunga Dolar Dinaikkan ?

Selama beberapa bulan terakhir, rupiah berada dalam tekanan akibat penguatan dolar AS dan keluarnya sebagian aliran modal asing. Dengan meningkatkan daya tarik deposito dolar, bank-bank negara berharap dana valas, baik milik eksportir maupun pemilik modal lokal, tetap tersimpan di dalam negeri. Hal ini diharapkan dapat menambah pasokan devisa dan meredakan gejolak nilai tukar.

Selain itu, langkah ini membuat bunga deposito dolar di bank lokal lebih kompetitif dibandingkan penawaran perbankan regional. Dengan bunga yang relatif tinggi, bank-bank negara berupaya menarik kembali dana masyarakat yang selama ini lebih banyak ditempatkan di luar negeri.

Respon Pasar dan Catatan Pemerintah

Meski demikian, Menteri Keuangan menegaskan bahwa kenaikan bunga deposito dolar bukanlah instruksi langsung pemerintah maupun Bank Indonesia, melainkan keputusan bisnis masing-masing bank negara. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan soal konsistensi kebijakan moneter dan koordinasi antar lembaga.

Sementara itu, Bank Indonesia menyatakan tetap siap menggunakan seluruh instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah. Namun efektivitas kebijakan perbankan terhadap kurs masih perlu diuji, terutama di tengah volatilitas global.

Potensi Risiko di Balik Strategi

Ekonom mengingatkan adanya beberapa risiko yang patut diperhitungkan:

  1. Hot Money – Bunga tinggi bisa menarik dana jangka pendek yang mudah keluar ketika kondisi global berubah, menciptakan ketidakstabilan baru.
  2. Pergeseran Dana Rupiah ke Dolar – Nasabah bisa memindahkan simpanan rupiahnya ke dolar, sehingga justru melemahkan basis dana rupiah dan transmisi kebijakan moneter.
  3. Tekanan Margin Bank – Biaya dana valas yang lebih mahal bisa menekan keuntungan bank bila tidak diimbangi dengan penyaluran kredit dolar yang sepadan.
  4. Kepercayaan Investor – Inkonsistensi narasi antara bank, pemerintah, dan regulator bisa menimbulkan keraguan investor terhadap arah kebijakan keuangan nasional.

Pedang Bermata Dua

Kenaikan bunga deposito dolar hingga 4 persen bisa menjadi langkah taktis untuk menahan pelemahan rupiah dan memperkuat cadangan devisa. Namun kebijakan ini sekaligus mengandung risiko struktural bagi stabilitas perbankan dan efektivitas moneter.

Tanpa koordinasi erat antara bank negara, Bank Indonesia, dan pemerintah, strategi ini berpotensi hanya memberi efek jangka pendek — sementara beban jangka panjang bisa jauh lebih besar. Pada akhirnya, yang dibutuhkan bukan sekadar bunga dolar tinggi, melainkan konsistensi kebijakan dan kepercayaan pasar terhadap arah ekonomi Indonesia.(red.hai).

Previous Post

Masyarakat Mentawir Desak Keadilan, Sidang Gugatan LSM Guntur vs PT. PPCI Memasuki Tahap Akhir

Next Post

Istana dan CNN Indonesia Cari Solusi atas Pencabutan Kartu Pers Reporter

admin

admin

Related Posts

Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo
Ekonomi & Bisnis

Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

13 Januari 2026
PPU sebagai Gerbang IKN: Urgensi Kehadiran Pusat Perbelanjaan Modern demi Menggerakkan Ekonomi Lokal
Ekonomi & Bisnis

PPU sebagai Gerbang IKN: Urgensi Kehadiran Pusat Perbelanjaan Modern demi Menggerakkan Ekonomi Lokal

17 Desember 2025
“Tax Amnesty Lagi ? Siapa yang Untung, Siapa yang Dirugikan ?”
Ekonomi & Bisnis

“Tax Amnesty Lagi ? Siapa yang Untung, Siapa yang Dirugikan ?”

23 September 2025
Danantara Tangani Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh: Strategi, Risiko, dan Manfaatnya
Ekonomi & Bisnis

Danantara Tangani Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh: Strategi, Risiko, dan Manfaatnya

22 September 2025
Badan Penerimaan Negara: Antara Efisiensi Fiskal dan Beban Anggaran Baru
Ekonomi & Bisnis

Badan Penerimaan Negara: Antara Efisiensi Fiskal dan Beban Anggaran Baru

22 September 2025
LSM Guntur Sambangi Kejaksaan Agung dan KPK, Perusahaan Perusak Lingkungan Hidup Siap-Siap Diproses
Ekonomi & Bisnis

LSM Guntur Minta Bupati PPU Perintahkan Dirut Perumda Untuk Lakukan RUPS PT Benuo Taka Wailawi dan Ganti Seluruh Jajaran Direksi dan Manajemen Perumda

28 Mei 2025
Next Post
Istana dan CNN Indonesia Cari Solusi atas Pencabutan Kartu Pers Reporter

Istana dan CNN Indonesia Cari Solusi atas Pencabutan Kartu Pers Reporter

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Prabowo Bidik Setengah Juta Siswa dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

13 Januari 2026
Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

Defisit Terjaga, Ketegangan Meningkat: Membaca Paradoks Fiskal Era Prabowo

13 Januari 2026
Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

Tokoh Masyarakat Karya Merdeka Ungkap Sejarah Lahan Garapan Warga, Minta OIKN Dengarkan Suara Petani

12 Januari 2026
Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

Banjir Terparah 26 Tahun di Mentawir, Ketidakpedulian Otorita IKN terhadap Lingkungan dan Warga Disorot

10 Januari 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In