Inonesiakitanews.com – Penajam. Inilah alasan mengapa LSM Gunakan Tenagamu Untuk Rakyat (Guntur) yang selama ini diketahui sangat getol memperjuangkan penegakan hukum bagi pihak-pihak yang di duga telah melakukan pengrusakan terhadap lingkungan hidup di kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku.
Sebagaimana kita ketahui bahwa industri pertambangan merupakan industri yang mengolah sumber daya alam dengan mengambil dan memproses bahan tambang untuk menghasilkan berbagai produk akhir dalam upaya memenuhi kebutuhan manusia. Akan tetapi jika pertambangan tidak dilakukan dengan bijak, yakni tanpa memperdulikan keberlanjutan kondisi lingkungan hidup, maka dampaknya justeru akan sangat buruk bagi manusia itu itu sendiri terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi tambang.
Kasim Assegaf, Ketua LSM Guntur menjelaskan beberapa hal terkait dengan dampak negatif akibat pertambangan batubara yang dilakukan secara ugal-ugalan oleh perusahan tambang yang mengeksploitasi lingkungan hidup di Mentawir.
“Kita tidak menafikan manfaat ekonomi dari industri pertambangan khususnya batubara, akan tetapi apalah arti dari manfaat ekonomi yang sifatnya jangka pendek jika dibandingkan dengan dampak negatif yang sudah mereka timbulkan, Kalau anda melihat langsung kondisi di Mentawir, anda pasti akan menyadari betapa kerusakan lingkungan itu tidak sebanding dengan manfaat ekonomi yang diberikan. Apalagi jika pertambangan itu dilakukan secara illegal,” tuturnya.
Kasim menjelaskan beberapa dampak negatif yang kini dialami oleh masyarakat Mentawir.
“Anda tahu, akibat dari tambang batubara di Mentawir, sungai mengering, dimana sungai itu menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat, hutan habis dibabat dan tanahnya dikeruk tanpa memperhatikan aspek-aspek pertambangan yang layak dan baik sesuai ketentuan perundang-undangan. Kemudian, perusahaan penambang juga tidak menjalankan tanggungjawab untuk penghijauan kembali lahan yang sudah mereka keruk hasil alamnya, air tercemar dan demikian juga udara tercemar, sementara manfaat ekonominya nihil baik bagi masyarakat maupun daerah, tidak adil rasanya jika masyarakat dan daerah harus menanggung kerugian akibat dari ulah sekelompok orang yang secara melawan hukum dan hak mengeruk kekayaan alam demi kepentingannya sendiri,” Terangnya dengan nada suara yang meninggi.
Kasim merinci dampak negatif dari pertambangan yang dilakukan di Mentawir sebagai berikut :
Kerusakan Lingkungan Akibat Pertambangan
Dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan di Mentawir berdasarkan hasil temuan LSM Guntur adalah:
- Hilangnya Habitat: Penambangan di Mentawir mengakibatkan hilangnya habitat alami bagi flora dan fauna. Penggalian tanah dan pembukaan lahan yang luas telah menghancurkan hutan, rawa-rawa, dan ekosistem lainnya yang diperlukan oleh berbagai spesies.
- Kerusakan Tanah: Penggalian tanah yang ekstensif mengganggu tekstur tanah, mengurangi kesuburan, dan merusak lapisan tanah yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini menyebabkan penurunan produktivitas lahan dan meningkatkan risiko erosi.
- Pencemaran Air: Penambangan batubara di Mentawir mengakibatkan tercemarnya air yang biasa digunakan masyarakat sekitar. Tidak adanya pengelolaan yang baik, akbatnya limbah tambang mencemari sumber air lokal dan mengganggu ekosistem air.
- Sungai mengering : Akibat dari penambangan batubara yang dilakukan secara brutal, sungai di Mentawir mengering dan masyarakat kehilangan sumber air sekaligus salah satu sumber mata pencaharian.
- Pencemaran Udara: Masyarakat banyak mengeluh akibat partikel debu, yang berdampak negatif pada kualitas udara dan kesehatan manusia.










