Indonesiakitanews.com – Samarinda. Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda, menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota (Balkot) Samarinda, terkait evaluasi 100 hari kerja Wali Kota Andi Harun dan Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri. (Jumat, 03 Juni 2025).

Dalam aksi yang diwarnai dengan pembakaran ban sebagai simbol perlawanan tersebut, silih berganti kader HMI menyampaikan orasinya dengan pengeras suara. HMI Cabang Samarinda menyuarakan evaluasi kerja 100 hari Pemkot Samarinda yang dinilai belum mampu mengatasi berbagai masalah yang terjadi di Kota Samarinda saat ini. Beberapa masalah masuk dalam catatan, terutama terkait banjir dan beberapa isu lainnya tidak lepas dari sorotan HMI Cabang Samarinda.
Banjir Masih Jadi Fokus Utama

Ketua Umum HMI Cabang Samarinda, Syahril Saili menyampaikan sejumlah catatan penting, termasuk masalah banjir. Syahril menegaskan bahwa pengendalian banjir merupakan isu paling mendesak yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah kota. Meski beberapa drainase telah diperbaiki, hasilnya dinilai tidak efektif.
“Ada beberapa catatan yang kami sampaikan kepada Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Pertama, soal pengendalian banjir di 100 hari kerjanya. Kita melihat ada beberapa drainase yang diperbaiki, tapi hasilnya tetap sama. Pertanyaannya, apakah pengendalian banjir ini sudah dilakukan secara serius?” ujar Syahril saat ditemui awak media, usai melakukan aksi demonstrasi.
Ia juga mengkritik alasan yang sering disampaikan pemerintah mengenai curah hujan tinggi, yang dianggapnya tidak cukup untuk menjelaskan lambannya mitigasi banjir.
“Kita sendiri ada dua cash, 12 Mei dan 27 Mei yah. Jadi banjir besar jangan menyalahkan hujan dan curah, karena memang harusnya sudah ada perkiraan,” tambahnya.
Sorotan Longsor Dinding Terowongan dan Tambang

Selain banjir, HMI juga menyoroti longsor di dinding Terowongan Samarinda yang mengindikasikan kurangnya kajian geoteknik.
“Yang kedua, persoalan Terowongan Samarinda. Di dinding terjadi longsor, harusnya sudah ada kajian mengenai geoteknik terowongan Samarinda,” tegasnya.
Syahril juga mempertanyakan komitmen Wali Kota yang sebelumnya berjanji menjadikan Samarinda bebas tambang pada 2026, mengingat adanya pembukaan 29 titik tambang baru.
“Ya ini kan sebagai komitmen bahwa Andi Harun pernah berjanji Samarinda bebas tambang di tahun 2026, nah itu yang kita tagih. Semoga hal tersebut bisa terealisasi dan dilakukan oleh Pemkot Samarinda,” tutupnya. (red/Mar)











